-es krim parti!! (bag:1)-

Author: Budiharja Kusuma // Category:
...
Gue suka es krim. (baca: ice cream)
Ya. Dari sekian banyak makanan yang manis-manis, gue paling suka es krim.
Alesannya sih simpel. Es krim tuh dingin, manis, dan begitu… menggoda.
Beda banget ama adik gue,, Dingin, manis, dan begitu… mengacau.
Lagian, kalo dibandingin dengan makanan-makanan manis lain, es krim tuh lebih gak gampang bikin bosen dan kenyang!
“eh, udah habis berapa biji? Kok udahan sih?” Tanya salah satu temen gue, waktu kita sama-sama ke acara ultah temen yang banyak makanan dan kue di sana.
“huh! 2 potong! Enek!” jawab gue sekenanya. Gue meringkuk kekenyangan di kursi gak berdaya. Gue udah kaya penderita stroke di atas kursi roda yang tubuhnya mati separuh, yang ditanya apapun, jawabnya, “eng..”
Meskipun enak, 2 potong brownies ukuran jumbo bukan pilihan tepat untuk dihabiskan dalam sekali waktu. Terlebih saat anda sudah habis 1 piring nasi dan 2 mangkuk bakso.

Ini beda banget kalo ama es krim.
“heh! Ngambil lagi?Perasaan kamu barusan ambil 1 cup, kok sekarang udah ambil lagi?”
“es krimnya enak sih!!”
“emangnya, udah ambil berapa kali?”
“baru empat!”
“...”

Es krim selalu membuat gue ketagihan.


Siapapun suka es krim. Bahkan hampir semua anak kecil suka es krim. Menurut penelitian dan survei, hampir 99% anak umur antara 3 hingga 9 tahun sangat suka es krim.
...
Survei ini dilakukan dengan cara mengumpulkan 100 anak yang udah dikumpulkan secara singkat, acak, sangat tersembunyi dan diam-diam. Lalu di lokasi tersebut, diletakkan 2 hal di tempat yang jauh terpisah. Gerobak es krim dan gerobak sampah.
Ke 100 anak tersebut disuruh memilih antara kedua hal tersebut.
Mereka disuruh berlari ke arah benda yang sesuai keinginan mereka.
Dan hasilnya mengejutkan!

Inilah data yang berhasil didapat:

98 anak langsung berlari ke gerobak es krim.
(Ket: Mereka dengan cepat langsung mendekati dan menyerbu gerobak es krim yang terus berbunyi secara looping tersebut. Meskipun pada akhirnya mereka akhirnya membubarkan diri, karena ternyata sama sekali tidak ada es krim di sana! Es krim hanya mitos belaka!)

1 anak berjalan mendekati gerobak sampah.
(Ket: sang anak mendekati gerobak sampah sambil bawa-bawa karung yang sudah disiapkan di dalam bajunya sebelumnya. Dugaan kuat, anak yang kita culik tersebut adalah anak tukang sampah.)

1 anak menangis di tempat.
(Ket: salah sendiri, anak lagi tidur siang diculik!)

Hasil:
98% anak kecil berumur antara 3 - 9 tahun sangat menyukai es krim.
1% anak kecil berumur antara 3 - 9 tahun suka tidur siang.
1% anak kecil berumur antara 3 - 9 tahun anak tukang sampah.
...

Oke! Cukup dengan survei ngaco diatas!
Emang banyak alasan berbeda-beda, mengapa orang bisa suka es krim. Tapi gue pernah ngalamin kejadian seru tentang es krim.


                                                                    ***
Waktu itu gue ama temen-temen di kantin kampus. Kita istirahat di sana setelah praktikum mata kuliah Siskom (Sistem Komunikasi) yang agak bikin isi kepala kusut. Hanya separuh kelas yang masuk praktek mata kuliah ini hari itu.

Siang itu hari begitu cerah. Banyak burung berkicauan.
Gue melihat ke atas. Begitu bersih. Tidak ada awan. Tidak ada mendung. Tidak ada bintang.
Bahkan matahari!
Satu hal yang baru gue pelajari: Ternyata sulit melihat langit kalo kita berada di kantin!

Satu meja ama gue, Arif, yang lagi makan di depan gue dan Dedik, yang minum es di samping. Kita duduk santai di sana secara wajar. Terlihat sekali kita terlihat sebagai mahasiswa teladan dan budiman yang sedang makan di kantin. Sangat terlihat normal.
Menutupi kenyataan sebenarnya bahwa sangat mungkin kita adalah tiga remaja bermental labil yang berbahaya bagi seluruh pengunjung kantin siang itu.
“eh, gak ke *UTTP?” tiba-tiba muncul suara gak asing berlogat om-om disertai dua sosok absurd yang sangat gue kenal.
Reza dan Tomi udah muncul di samping gue.

*UTTP : Universitas Tempat Terjadi Perkara. (penyamaran nama universitas sebenarnya)

“emang ada apa?” Tanya gue heran.
“ada ice cream party! Di kampus B!! sekarang!!!” jawab Tomi mantab, lugas, terpercaya. Nadanya meyakinkan. Tak tersirat keraguan sedikitpun di matanya. Kita semua langsung terpengaruh.
Gue yakin, dengan sedikit latihan, suatu saat dia bakal jadi salesman yang budiman.

“beneran?!” Tanya Dedik di samping gue. Minumannya udah abis.
“iya!! Ikut gak?!!”
“bayar?” Tanya Arif.
“iya, 10 ribu!! Kita langsung bisa dapat es krim sepuasnya!!”
“WAAHHH!!!...” mata gue ama Reza langsung berbinar. Kita seolah-olah ngeliat oase di gurun kalimanjaro. (tunggu! ngapain juga kalimanjaro?)
“eh, tapi abis ini mau ada kuliah bahasa inggris lho!.. gak ikut kuliah bahasa inggris tah?” jawab gue sambil ngeliat jam di hp gue yang nunjukin pukul 11 siang. Kuliah bahasa inggris sebentar lagi.
“halah!.. cabut aja lho!!.. sekali-sekali gak ikut kan gak papa!! Rugi kamu, melewatkan kesempatan kaya gini!!.. 10 ribu, dapet es krim sepuasnya!!” Tomi menjelaskan. Matanya tajam.“Kalo mau ikut, ayo buruan sekarang!! Udah dimulai sejak jam 10 tadi di gedung D3!!” jawab Tomi sekali lagi meyakinkan, sekaligus menyudutkan. Dialog kita di 30 detik terakhir mirip adegan seolah-olah dia salesman yang sedang menawarkan produk perusahaannya kepada ibu-ibu yang berkumpul di teras depan rumah.
“buruan beli sekarang Bu! Sebelum kehabisan! Jadi Bu, rice cooker ini sangat serba guna dan multifungsi! Bisa untuk mencuci piring, sebagai alarm, mengepel lantai, sebagai tape recorder, dan lain-lain!! Bahkan dijadikan payung kalo kita lagi kepanasan juga bisa!!
Hanya saja alat ini tidak bisa menanak nasi!”

Gue masih gak ngerti, kenapa dia gak jadi salesman.

“beneran cabut nih?”
“iya!!”
“eh, tapi aku masih belum ngerjakan tugas rangkuman buat kuliah siskom nanti..”


                                                                    ***
Akhirnya kita ber-empat-pun berangkat. Gue ama Tomi, make motornya Tomi, Reza dan Dedik, make motornya Dedik. Kita berempat bersiap melanglang buana melewati 7 samudra dan 5 benua!! (halah! Pergi 5 km dari kampus aja pake gitu!)

Inilah profil dari kita berempat!

Reza:
cowok ini berkacamata dan berambut kribo. Kalo aja rambutnya warna pink, pasti jadi pinky boy. Anaknya seru dan bisa diajak gila-gilaan. Saking gilanya, kadang gue curiga dia menderita rabies akut. (emang anjing??)
Agak sedikit mesum. Setiap ngobrol, kita pasti selalu digiring ke topik yang ‘agak-agak’ gitu.
Motto: Hi, I’m Reza. I want you tonight.
(tunggu! Ini sebenernya motto apaan seh?!)

Tomi:
Berkacamata juga (tanpa rambut kribo). Anaknya lebih sering jaim dan sok cool (semoga dia gak bawa-bawa kulkas). Tapi sebenernya dia juga agak gila dan memiliki imaginasi yang absurd juga. Selalu nyambung.
Tipe orang yang “ambil untung sebanyak-banyaknya, tanpa rugi” dan ambisius.
Cocok sebagai bendahara. Atau kasir.
Motto: ada uang, ada barang.

Dedik:
Anaknya pendiem. Dia agak ke tipe pemikir. Tipe-tipe yang suka berpikir keras, meskipun gak ada apa-apa dan gak perlu. (haha.. ya enggaklah!)
Dia suka musik-musik yang nge-rock dan cadas. Makanya dia bercita-cita pengen jadi tukang ojek. (gak nyambung)
Motto: tak ada rotan, akarpun jadi. Karena nila setitik, rusak susu sebelangga. Air beriak, tanda tak dalam. (eh, kok peribahasa semua??)

Gue:
Anak paling pendiam dan ternormal dari keempat anak di kelompok ini.
Paling normal. Apa yang dilakukannya hal-hal normal. Apa yang diucapkannya kata-kata normal. Apa yang dipikirkannya imajinasi normal. Semua hal yang normal ada pada dirinya. Tak ada tanda-tanda ke-autis-an ataupun kecacatan mental dari anak ini.
(sengaja nulis gini, biar terlihat normal.)
Bercita-cita, ingin berguna bagi nusa dan bangsa. (cita-cita yang sangat mulia ya..)
Motto: do the best, to be the best. (hm… motto yang sempurna..)

*semua orang siap-siap nimpuk*

Oke! Oke! Gue ngaku! Gue juga gak normal!
Letakkan kembali batu-batu itu!


Itu tadi profil singkat dari kita berempat. Orang-orang di tempat itu tak pernah tahu, apa yang bisa dilakukan oleh ke-empat orang (yang bersifat chaotic) ini.


                                                                    ***
“bener di sini??” tanya gue waktu turun dari motor Tomi 15 menit kemudian, sambil ngeliat sisi bagian bangunan kampus ini. Kita udah berada di sisi bagian depan gedung D3 dari tempat universitas yang menjadi tempat tujuan kita.

Ada sesuatu hal yang masih menjadi pikiran gue:
Es krim parti (baca: ice cream party) tuh kaya apa sih?
Gue penasaran. Menurut riwayat hidup gue, gue belum pernah ke es krim parti sebelumnya.
Parti yang terakhir gue hadiri adalah parti nikahan temen gue. Dan parti terakhir yang diadain di keluarga gue adalah parti sunatan gue. Dapat terlihat, pengalaman gue terhadap parti masih dangkal. Gue sama sekali gak tahu, es krim parti itu kaya apa. Gak mungkin es krim parti itu mirip dengan gabungan kedua jenis parti diatas kan, dimana pesta sunatan bareng ama pesta nikahan? Dimana pengunjung bingung, ini pesta apa.
“selamat ya, bro! semoga kalian bahagia dan cepet dapet momongan” sambil memberi salam kepada mempelai pria.
“Terimakasih! Terimakasih!”
“eh, yang di undangan kamu kok waktu itu gue baca ada ‘khitanan’ gitu? Adek kamu ya?”
“ bukan! Itu gue! jadi emang pestanya dijadiin satu! Tuh liat, Ini aja belom kering!” terlihat sang mempelai wanita dari tadi sibuk terus mengipasi bagian bawah mempelai pria.

Ini bakal jadi lebih horror, kalo sang nenek yang ngucapin selamat.
“duhh!! Akhirnya cucu nenek yang satu ini berani juga disunat!! Gimana tadi, deg-degan gak? Nervous gak? Sini!sini! biar nenek liat, bentuk sunatannya seperti apa..”
“…”
Wow! Itu bakal jadi horror party..
Jadi jelas, bayangan gue tentang es krim parti masih sama sekali abstrak.
Dan ucapan ‘salesman’ selama 30 detik tadi sama sekali gak memberi info yang bisa menggambarkan dengan jelas, es krim parti itu seperti apa.
Bayangan tentang parti yang isinya ada es krim segunung, dengan badut teletubbies di sana-sini, dan dengan balon warna-warni masih menghiasi kepala gue.

Lalu yang terakhir, gimana dengan tugas rangkuman Siskom gue?!
Kita bisa untuk cabut dari mata kuliah bahasa inggris, tapi buat mata kuliah Siskom jam 1 siang nanti? ENGGAK!!
Gak tahu, kenapa gue tadi mau ikut kesini,

“eh, tapi aku masih belum ngerjakan tugas rangkuman buat kuliah siskom nanti..”
“halah! Dikerjain disana aja lho.. paling cuma dikit kan??”
“whaatt?!!”
“kenapa?”
“gak papa.. bisa juga sih..”
“kamu udah ngerjain??”
“ya udah dong..”
“pantesan aja! ya wes lah! Entar pinjem ”

Batas kita di tempat ini cuma hingga nyampe jam 1 siang nanti..
Nggak lebih!

Beberapa detik kemudian, Reza dan Dedik muncul.


                                                                   ***
Kita udah berjalan masuk ke gedungnya 5 menit kemudian. Kita ber-empat udah lengkap.
Satu hal penting saat kita mengunjungi kampus atau universitas lain adalah, membaur dan berpura-puralah menjadi warga dan mahasiswa di sini. Bersikaplah dengan wajar dantidak mencurigakan.
Kemampuan adaptasi sangatlah penting agar kita dapat terus bertahan hidup pada saat kondisi seperti ini.
“eh, kita diliatin orang-orang..” gue clingukan ngeliat ada beberapa orang yang ngeliatin kita ber-empat jalan.
“eh, masa?”
“wih, iya.. buruan cepet jalannya!”
“kita terlihat mencurigakan ya..”
“hhihi.. iya..”
“kita keliatan banget kalo nggak tahu tempat ini..”
“kita sangat terlihat ‘buta arah’!”
“iya.. pasti orang yang ngeliatin itu dalem atinya gini, ‘anak mana tuh?! pasti bukan dari sini!’ pasti gitu!”
“haha.. iya.. eh, tapi nanti kalo ada yang nanya, ‘anak mana mas?’ jawab aja, ‘anak FK!’ gitu.. oke?!”
“emang di kampus kita ada jurusan FK??”
“YA DARI KAMPUS INI LAH, DODOL!!”

Waktu kita naik tangga, gue menyadari 1 hal waktu ngeliat pakaian Reza yang jalan di depan gue.
“eh, Rez!!” gue langsung spontan bersuara.
“apa?” Reza noleh.
“KAMU KOK PAKE KAOS ROBOT?!!”
Kita ber-empat langsung ngeliat kaos yang dipake Reza.
JRREENG!!
Kitapun langsung menyadari kesalahan dari kaos ini. Di bagian punggung tertulis ‘robot contest’, di bagian lengan tertulis nama kampus kita.
Oh my gosh! Pantesan aja orang-orang pada ngeliat!! Percuma juga nyamar, kalo pake kaos beginian!! Semua anak sini juga pasti tahu, kalo kaos ini dari kampus kita.
“SIAL!!.. kamu kok pake kaos ini sih, Rez?! Pantesan aja..”
“iya juga ya..” si Reza malah berekspresi blo’on.
“mau niat ke sini kok malah pake baju gini?!!”
“pantesan aja orang-orang pada ngeliat!”
“ya wes lah.. udah terlanjur juga! Kita buruan langsung ke atas aja!!..”

                                                                   ***

Setelah nyampe lantai yang kita tuju, di depan kita udah beberapa anak berkerumun di sekitar meja, di depan ruangan yang tertutup. Ada yang duduk di bangku. Beberapa lainnya berdiri. Kita langsung kesana.
“tiket 4 anak??” tanya cewek yang duduk di bangku tadi. Tepat di belakang meja.
“i..iya..” jawab satu anak dari kita dengan nada gugup.
“D3??” tanya cewek itu lagi.
“em…”

Kita berempat saling ngeliatin. Gak ada yang ngomong. Kita tahu arti pertanyaan itu. Cewek itu nanya ke kita, kita berasal dari D3 ato S1 dari kampus ini. Sangat mungkin harga tiketnya beda.
Si Reza berusaha menutupi kaosnya dengan tasnya.
Anak-anak di sekitar cewek tadi yang berdiri sambil ngobrol-ngobrol, mulai ngeliatin.
….

(bersambung..)






12 Responses to "-es krim parti!! (bag:1)-"

nee.Ya.nia Says :
26 Maret 2010 20.10

aq ga suka bagian penceritan karakter,, apalagi bagian si 'gue' ckakakakakakaka.. XD kidding..^^v

konyol.. XD
mana ada acara sunatan di gabung sama kawinan.. XD *ketawa guling2


wah senior apa ini suka bolos... q(--)

nb: wah beneran ada es krim parti?? o_o

-boot_d- Says :
26 Maret 2010 20.34

oh.. gak sukanya di bagian si 'gue' itu ya.. hmm.. emang dia normal kok.. XP

wakaka. .XD

--" iya.. makanya jangan ditiru ya..

nb: beneran dong.. ^^

ROSMANA APOLLA PUTERA Says :
27 Maret 2010 22.27

surveynya keren mas bud! Kalau saya diikutkan sih bakalan begini:

1.nyerbu gerobak es krim.

2.ngamuk dan ngancurin tuh gerobak es gara-gara es krim cuma mitos. Lempar ke gerobak sampah.

3. Kabur sebelum ditangkap polisi gara-gara merusak properti.

-boot_d- Says :
29 Maret 2010 23.01

wakakaka.. untung aja kamu gak ikut surveinya.. XD

sebastian Says :
3 April 2010 22.37

hahahaha....lucu juga cukup menghibur
by Bukan sekedar blogger bertuah

Ainurrosyid Says :
4 April 2010 12.49

budi gag ngajak ngajak,yau gitu aku juga aikut gag masuk inggris wkwkwk

-boot_d- Says :
5 April 2010 10.01

@ainurrosyid: jangan ditiru.. itu tidak baik.. --b

Ice Cilvacastra Tarunosastro Says :
8 April 2010 19.17

pantesan gue dipanggil Ice hahaha. menggoda sih
(nama saya realitas benar benar Ice (bc : Aishh))

AkaneD'SiLa Says :
1 Mei 2010 19.10

wkwkwk
gokil gokil
mau nyamar tapi malah pake kaos yang menunjukkan identitasnya..
euh euh...

-boot_d- Says :
3 Mei 2010 06.55

@akane: iya-iya! haha.. itu sama aja ngaku kan?? XD

Anonym Says :
21 Mei 2010 20.00

hahahaahhaa lucu lucu
by admin Situs Download Lagu Mp3 Gratis

Posting Komentar