-postingan awal 2013!!!-

Author: Budiharja Kusuma // Category:
*Note:
Jika kalian berhasil membaca tulisan gue ini, itu adalah tanda bahwa:
GUE BERHASIL SELAMAT DARI KIAMAT 2012!!

oke, artinya apa?
1.) Gue berhasil selamat.
2.) Gue masih hidup.
3.) Dunia gak jadi kiamat
(oke, 3 hal di atas sama aja!)
4.) Gue  menarik semua pengakuan kesalahan  yang gue katakan sebelum tgl 21 Desember 2012 kemaren! Itu murni karena desakan, paksaan, tekanan, dan tidak dapat dijadikan sebagai pengakuan ataupun barang bukti!
5.) Gue berhasil selamat. *minta digampar*

***

Ehem, uhuk-uhuk!
Di awal tulisan gue ini, pertama-tama gue mau ngucapin selamat memasuki tahun 2013! Semoga di tahun ini kita menjadi semakin lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, dan banyak dari harapan rencana dan impian kita yang mampu terwujud.  Dan semoga Syahrini di Tahun 2013 ini semakin kreatif lagi membuat istilah-stilah kreatif lainnya, selain kata-kata “Dahsyat Cetar Membahana Halilintar Badai Topan Tornado Tsunami Hip-hip Hula-hula Ciyus Enelan” (oke, kalimat di atas gua panjang-panjangin sendiri).  Dan semoga gue semakin gampang jodoh, amin! *agak curcol*
Setelah gue pikir, sampai tahun 2013 ini, ternyata banyak banget hal yang udah gue lewatin, alami, dan pelajari dalam kehidupan. Gue banyak belajar pelajaran kehidupan, seperti persahabatan, arti hidup, rasa sakit cinta, keikhlasan, asmara, sulitnya tantangan hidup, pencarian belahan hidup, keihlasan, unrequited love, dan macem-macem. (bagi yang merasa hal ini lebih banyak tentang masalah cinta, itu tidak benar!)
Serius! Gue banyak mengalami pencerahan hidup hingga ke belakang ini, yang membuat gue makin amat sangat berkembang dan banyak upgrade, dari yang awalnya à Boot ver. 5.69 beta, menjadi Boot ver. 5.7 (trial ver with unfixed bug) (cetek banget ya?). Gue jadi belajar bahwa, dalam hidup kita memiliki tujuan dan harapan hidup, dan kita harus memperjuangkannya apapun yang terjadi. Gue juga belajar bahwa terkadang hidup membawa kita tersesat ke lingkungan baru di luar tujuan kita, ketika kita kehilangan arah, untuk menyadarkan bahwa banyak hal lain yang juga berharga di luar sana. Kadang hidup juga mengajarkan kita untuk pandai mengganti-ganti ‘topeng’ di bermacam tempat dan kondisi, dan sering kehidupan juga mengajarkan untuk melepas ‘topeng’ pada orang-orang yang tepat. Hidup mengajarkan kita untuk mengejar apa yang kita inginkan, tapi hidup juga mengajari untuk ikhlas melepas. Kadang hidup mengajarkan untuk bersikap ramah lembut, tapi hidup juga mengajarkan untuk bersikap keras. Kadang hidup mengajarkan bahwa makan sushi yang bijak adalah menggunakan sumpit, tapi hidup juga mengajarkan bahwa jika-berkali-kali-sushi-terjatuh-dan-tidak-ada-siapapun-melihat-dan-kamu-merasa-kelamaan-makan-keburu-lapar kamu boleh mengambilnya dengan tangan.
             Sepahit dan seburuk apapun, hidup mengajari kita untuk… hidup. Hidup yang terbaik tentunya.
Kalau resolusi, gue sekarang ingin hidup lebih jujur lagi, mengurangi ego gue dalam bertindak apapun, rela belajar apapun, rela mencoba apapun, rela mematuhi segala nasehat baik yang sudah seringkali kudengar, dan mengurangi melakukan kesalahan hal yang sama berulang-ulang. Amin!
(bagi yang harapanannya mirip gue, yuk sama-sama. Amin.. J semoga terkabul. Maksud gue, kita rela mengabulkannya sendiri. Amin.. )

***
Lagi-lagi lama gak nulis, gimana kabar gue?
Gue, baik. Ya, gue masih hidup. Yuph, sorry membuat kalian kecewa.
Gue masih sibuk corat-coret desain, gue makin pengen fokus desain di bidang desain karakter. Terakhir kemaren ini gue ikut lomba maskot di salah satu event si Surabaya. Gue masih autis, tapi sekarang udah lebih terkendali. Udah mulai mengurangi buang air besar di atas pasir dan makan tahu mentah di kulkas malam-malam (kalo yang terakhir, gue serius). Btw, gue sekarang kemana-mana lebih rapih lho.. Kalo dulu sukanya maen kemana-mana pake celana jeans pendek, sekarang kemana-mana pake celana panjang. Kalo dulu sukanya pake kaos, sekarang sering pake hem. Bahkan tidur juga pake hem. Gue juga sekarang lebih safety oriented. Mau keluar rumah, cek tekanan ban dulu, jangan sampe kurang angin. Mau kemana, cek uang dompet dulu. Keluar pake motor, cek surat STNK dulu. Lihat awan mendung dikit, berangkat pake jas hujan.
Oh ya berita sangat baik buruknya, gue udah setahun ini juga ikut kecanduan demam korea-korea-an. Hash.. Tapi gak kayak cewek-cewek ababil yang nge-fans boyband-apapun-asalkan-itu-dari-korea, gue fokus. Gue cuma ngefans sesuatu yang berkualitas. Gue lagi kecanduan 2 hal, yaitu: variety show Running Man, ama girlband Girls Generation (SNSD).
(bagi yang gak tahu apa itu Running Man, bisa search di google. Itu variety show nomor 1 di Korea, yang booming hingga internasional, lucu N seru abis! Bagi yang gak tahu apa itu SNSD, gue ikut berduka cita, pasti hidup kalian tidak bahagia.)
Kalau ada yang nanya ke gue, gue tahu persis jawabannya:
Kenapa suka Running Man? “karena gamenya seru abis! ”
Kenapa suka SNSD?  “mereka cantik-cantik!”
Kalau mereka masih kurang puas, N nanya lagi:
Kenapa suka Running Man? “karena kejadiannya konyol-konyol, lucu parah!”
Kenapa suka SNSD? “mereka cantik-cantik!”
Kalau masih aja ngeyel, N tetep gak percaya:
Kenapa suka Running Man??? “TIAP KARAKTERNYA UNIK, KHAS, DAN SALING MELENGKAPI!! GAK BOLEH ADA YANG KELUAR ATAU DIGANTI!!! MEREKA TIM SOLID!!!”
Kenapa suka SNSD??? “MEREKA CANTIK-CANTIK!!”

Kalo si Udik, dia sekarang kelas 1 SMP! Wah, gak nyangka ya, dia tahu-tahu udah gede.. perasaan baru kemaren dia gue temuin keluar dari buah labu. (emang apaan?) karena gagal masuk SMP favorit pilihannya (sekolah pilihan pertama), sekarang dia musti puas dengan SMP pilihannya yang ketiga, jaraknya kurang lebih 15 menit dari rumah gue (hitung sendiri jaraknya berapa km).
Dia tiap hari dianter jemput pake motor. Kalau pagi gue anterin, kalau siang dijemput bokap. Seperti biasa, jabatan anggota keluarga yang bisa nyetir: supir cadangan. Meskipun dia sering mengeluh jarak sekolahnya yang jauh (SMP pilihan pertama hanya berjarak 3 menit dari rumah gue) kalau dibandingkan gue dulu, si Udik jauh lebih beruntung. Dia masih dianter jemput. Kalau gue dulu harus rela menanggalkan harga diri gue dengan nebeng motor temen yang keluarganya lebih ‘mampu’. Uang saku gue dulu ngepres, kalo gue pake buat naik angkot itu artinya sehari itu gue musti gak jajan di sekolah dan musti sok sibuk di kelas ngerjain apapun tugas yang ada hari itu di bangku gue. Kalau ada temen nanya kenapa kok cuma di dalam kelas aja N gak jajan di luar, gue bisa jawab, “kenapa kalian masih terbelenggu keinginan duniawi sepeti itu.. jajan adalah nafsu. Dan nafsu adalah sumber penderitaan. Lepaskanlah.. dan kau akan damai.. terbebas.”
Meskipun mungkin temen-temen gue gak tahu, gue lagi mingsek-mingsek menghibur diri sendiri sambil gambar-gambar gak jelas di kertas.
Yang (agak-lumayan-sedikit-mungkin) keren, ternyata si Udik masuk kelas eksklusif di sekolah itu lho!.. ya itu adalah semacam kelas unggulan, yang isinya adalah kumpulan anak-anak paling cerdas seangkatan mereka. Kalau kalian pernah baca komik detective Q, maka itu adalah kelas Q! (kalau di komik itu Q artinya Qualified, maka mungkin Q di sini artinya: Q aja. Kelas setelah kelas M, N, O, P) Setelah melalui semacam seleksi, ternyata adik gue masuk kelas itu.
Gue awalnya sih, terkagum-kagum, “wah, ternyata ada juga yang bisa dibanggakan dari emm.. makhluk-yang-harus-gue panggil-adik ini.. gak nyangka..”. Tapi setelah inget gimana sifat aslinya si Udik kalau di rumah, gue jadi penasaran, “itu aslinya sekolah apa sih? Beneran sekolahan? Kok si Udik bisa masuk??!”. Ya, kadang gue agak skeptis ke adik gue.

Note: sekarang dia masih suka corat-coret imajinatif, masih suka baca insiklopedia, discovery channel, On The Spot, masih suka banyak nonton kartun, juga kecanduan main game, dan juga baca Meme Comic Indonesia. Nunggu nanti dia jago bahasa inggris dikit, pasti dia bakalan kecanduan baca 9gag, dan tahu arti semua dialog dalam kartun Family Guys, The Simpsons N Sourth Park. Atau mungkin nonton Ted, berulang-ulang.

Galuh, adik gue cewek dan yang pertama, dia kuliah semester akhir sekarang. Lagi sibuk-sibuknya ngurus skripsi sambil ngelesi. Lagi sulit diganggu kayaknya. Dicolek dikit, gigit.
Kabar gembiranya, dia sekarang bawa motor sendiri, jadi enak kalau ngelesi atau ada kegiatan lain dia bisa fleksibel waktu dan tenaga, tapi masih tetep ngekost. yah, at least, dia gak perlu sengsara pas kuliah kayak gue dulu yang harus bawa si vespa biru gue, Si Blues. Bagi yang baca blog gue dari dulu-dulu, pasti tahu gimana halang rintang dan cobaan ketika gue tiap hari kuliah bawa vespa ‘ajaib’ itu.
Gak banyak yang bisa gue ceritain tentang si Galuh. Masa lalunya masih diliputi dengan misteri. Oke, maksud gue emang dia gak banyak berulah atau bermasalah, yang bisa gue angkat ke blog. Dia cewek baik-baik dan beriman.. kuliahnya aja di IAIN jurusan Matematika Tarbiyah!
(oke, kenapa kalian memandang gue seperti itu?? Kakak dan adik kan boleh beda ekstrim!)
Nyokap. Kalau nyokap, masih tetaplah wanita perkasa yang gokil, masih sanggup membawa keceriaan dan tawa di sela-sela rumit dan beratnya rumah tangga. Beliau masih hobi bikin sarapan nasi goreng dari nasi sisa semalem. Masih suka bikin masakan yang memancing pertanyaan-pertanyaan dari gue semacam, “ini masakan kapan?” “makanan ini masih enak?” atau “ini, sayur lodeh atau sop? Atau gabungan keduanya?” masih ortu yang seru pokoknya. Iya, kami sekeluarga masih hidup setelah melalui semua percobaan makanan-makanan radioaktif tersebut. Sel-sel kami telah menguat dan bermutasi setelah menghadapi berbagai cobaan tersebut. Lidah gue aja kadang menyala ijo fosfor!
Oh ya, nyokap tuh hobi nonton film. Beliau selalu terkagum dengan film buatan luar negeri. Katanya selalu menyentuh perasaan dan totalitas. Yang gak disuka nyokap adalah genre film gontok (action, menurut bahasa nyokap gue), robot, monster, dan superhero. Yang paling dia suka itu genre drama, kehidupan, misteri, horror dan thriller. (kebalikan dari nyokap gue, Furi, sahabat gue ini paling anti thriller N horror. Terakhir gue ngajak dia nonton Cabin in The Wood, gue sempet mau bungkem mulutnya pake tas, karena teriakannya. Ada adegan tusuk-tusukan dikit oleh zombie, dia udah teriak “OH MY GOD! OH MY GOD!..” kalo Furi ketakutan karena filmnya, gue ketakutan karena Furi. Bawa Furi nonton film thriller, ternyata lebih thrilling daripada film itu sendiri.)
Salah satu kebiasaan buruk nyokap ketika nonton film adalah: ketiduran. Kebanyakan film yang tayang di televisi main jam 9 malam. Dan tiap mencapai jam  10 ke atas, mata nyokap gue udah berat, karena sibuk segala urusan rumah tangga. Tinggal nunggu iklan 2 menit, alam bawa sadar nyokap gue udah melayang jauh lebih dalam jauh lebih lelap. Kalau udah gitu, bagaimanapun gue bangunin, it doesn’t work. “Mamak, bangun! Filmnya udah main lagi tuh..” Tiap gue bangunin, biasanya nyokap cuma melek 30 detik abis itu terlelap lagi. Besoknya mamak pasti bahas nyeselnya beliau karena sulitnya bangun.
Tapi belakangan, karena koleksi film di hardisk gue makin banyak, gue sering ajak mamak nonton film di laptop. Gue sengaja pilihin genre kesukaannya. Karena tidak adanya iklan, jadi mamak bisa full konsen nonton hingga film kelar. Giliran gue yang ketiduran, karena filmnya udah gue tonton sebelumnya. Besok paginya seperti biasa, sambil masak, nyokap bakal cerita banyak tentang film itu, “iya, Har! Ternyata orangnya itu sendiri adalah hantu. Makanya Mamak awalnya heran, ‘kok bisa dia gitu?’ eh gak tahunya dia emang udah mati..”
“iya, udah mati. Emang sengaja sedikit diceritain di awal.” Jawab gue sambil tersenyum. Nyokap lalu tetap ngelanjutin cerita panjang lebar tentang film itu sambil bersemangat menggebu. Gue terus mendengarkan sambil tersenyum. Hati gue bahagia. Gue gak mau melewatkan sidikitpun. Gue tahu, suatu saat gue pasti akan merindukan saat-saat seperti ini dengan nyokap gue. J

Oke, itu dulu kabar dari keluarga gue, gue gak mau banyak-banyak cerita tentang orang lain, karena ini adalah blog gue. Gak boleh ada orang lain yang ceritanya lebih menonjol dari gue di sini. Bhuahahahaha!!..




***
By the way, other side, another trip, sehari setelah tahun baruan kemaren gak ada angin gak ada ujan tiba-tiba si Udik ngajak ke Pacet. (ya iya, kalo ada angin ada ujan ngapain juga ngajak ke Pacet?!!)
Ya, rekreasi ke Pacet. Dia pengen pergi ke pemandian air panas. Sejak pagi dia udah menghunuskan senjata buat diturutin keinginannya. Dia udah memakai berbagai ancaman dan tuntutan yang dia siapkan sejak jauh hari sebelumnya. Kalau ini adalah adegan penyanderaan oleh buronan seperti di film-film, dia sekarang dalam adegan udah membawa keluar gedung satu sandera yang tubuhnya dipenuhi bom, sambil memandang penuh yakin ke para polisi yang menodongkan pistol ke arahnya. “siapkan aku helicopter dalam setangah jam, jika tidak para sandera akan kubunuh satu persatu tiap satu menit! Jangan mendekat! Satu gerakan bodoh dari kalian, dapat membuatku menekan tombol pemicu ini!”
Karena gak punya banyak pilihan, mau gak mau Mamak gak bisa gak menghiraukan si Udik yang terus rewel sejak pagi itu. Setelah berpikir lama, dan karena hari ini kebetulan hari ini masih hari libur, Mamak akhirnya nurutin si Udik. Akhirnya Mamak nyiapin helicopter.
Pilihan yang paling mematikan tentu adalah: memilih sopir. Kandidat sopir sudah jelas sejak awal: gue, atau bokap gue.
“Mau sama siapa, Dik?” tanya Mamak ke Udik, memberi pilihan. “Mau sama Bapak, atau sama Mas?”
“Sama Mas aja, enak!” katanya singkat, padat, penuh keyakinan. Jawaban itu keluar begitu cepat, seperti seolah disuruh milih antara permen Mentos, atau gabungan permen Nano-nano, Yupy, dan Sugus. Sementara gue, seperti merasakan dua rasa yang berbeda bersamaan. Di satu gue bangga, gue ternyata tipe anak yang asik buat diajak keluar. Tapi di sisi lain, gue ngerasa sedih karena gue gak bisa menikmati liburan di rumah. Dengan santai. Dan nyaman. Sambil nonton Runningman.

***

“Har, bukannya ini udah kelewatan ya?” tanya nyokap di belakang gue. Kita udah sekitar 45 menit perjalanan. Kita semakin jauh ke jalan mengecil. “seharusnya di perempatan setelah Krian tadi belok ke barat kan..”
“oh iya ya..” jawab gue sekenanya, menetralkan situasi. Seperti yang sudah dapat ditebak, penyakit kesasar gue kumat lagi. Gue tahu, nyokap di belakang sebenarnya udah panik abis. Kalau aja gue bukan anaknya, pasti sekarang nyokap udah teriak kenceng, “TURUNIN GUE SEKARANG! CEPAT TURUNIN, DASAR MANIAK! JANGAN CULIK SAYA! JANGAN MACAM-MACAM! SAYA MEMBAWA SEMPROTAN FOGGING!”
“Coba kita tanya orang dulu deh..” Gue sendiri juga hampir gak percaya, gimana bisa pada hal sesimpel ‘pergi ke Pacet’ aja nyasar, padahal belum sebulan gue habis dari sana! Dan, ini ke Pacet gitu?! Orang buta arah yang gak bisa motoran, suruh ke sana pasti bisa nyampe ke sana dengan mudahnya! Dijamin!
Kita lalu berhenti sebentar, dan nyokap tanya orang di warung di pinggir jalan. Banyak orang lalu lalang jalan di siang yang agak mendung itu. Sambil nunggu di atas motor, gue ngeliatin dari agak jauh nyokap tanya. Emang, gue gak bisa dengerin suara nyokap yang lagi tanya, tapi gue dapat memprediksi kalimat apa yang nyokap keluarkan dari bahasa tubuh dan mimik bibirnya: “maaf pak, ini anak saya agak autis ya.. kemana-mana musti nyasar. Pernah saya kasih minum betadin dicampur oralit juga gak ngefek. Pernah saya suruh beli kemiri ke toko depan rumah aja pulang-pulang bawanya merica. Ini saya sedang dalam perjalanan ke pacet, tapi tersesat dikarenakan ulah anak saya ini. Enaknya anak saya ini sesampainya di Pacet dilempar ke jurang aja kali ya??”
Setelah mendapat info yang akurat, nyokap kembali dan kita melanjutkan perjalanan.

***
Seperti yang telah dapat diduga, gak lama setelah masuk kawasan Pacet, macet melanda. Gue sumpah lupa total kalo ini masih hari-hari event tahun baru. Jalanan hanya berjalan merambat, dan mendaki. Motor gue jelas-jelas ngos-ngosan. Keahlian mengerem dan gas menge-gas sangat ditantang di sini.
Sempet lolos setelah melewati jalur sebelah kiri, agak lega selama kurang lebih 15 menit, ternyata di area makin dekat tempat pemandian air panas, terjadi kemacetan total. Stuck. Kendaraan di jalur kiri sama sekali gak bisa jalan. Arah sebaliknya juga hanya bisa merambat sangat pelan. Banyak Polantas yang bentak-bentak agar motor-motor dari arah gue buat mepet ke kiri. Gue juga gak bisa mengelak, motorlah penyebab banyak kemacetan ini.
“Macet parah!” gue masih mencengkeram erat rem tangan. “apa gak jadi ke air panasnya aja ya, ganti ke tempat lain?” insting gue mengatakan dengan kuat bahwa kita jangan melanjutkan lagi ke depan. Gue merasa, akan ada kejadian buruk, kalo kita maksa melanjutkan jalan ke depan.
“Gimana, Ud?” tanya nyokap ke Udik. “ini gak bisa lanjut gini.. ke tempat lain aja ya?”
“iya wes, ke tempat lain aja..” jawab Udik nurut. Gue bener-bener gak nyangka dia bisa gampang diajak kerjasama kayak gini. Kita lalu puter balik dan cari tempat baru.
“Ah, ke tempat yang ada patung Iguana raksasanya tadi kita lewatin aja lho!..”
“oh, Pacet Mini Park!” kata gue cepet. Meskipun sering lupa jalan, gue ingat begitu detail hal-hal seperti ini.

***
Setelah sebelumnya kita mampir sejenak di warung bakso di pinggir jalan untuk mengisi perut, kita akhirnya nyampe. Nyampe di sana, ternyata tempatnya lumayan rame. Dari yang gue baca di papan pengumunan luar, disediakan berbagai wahana yang disediakan. Mulai dari waterpark, tempat outbound, dan macem-macem. Banyak orang-orang jalan masuk. Sambil mengikuti jalan arah mereka masuk, kita langsung ikutan masuk.
“Sepertinya orang-orang ini juga korban macet juga, seperti kita.” Kata nyokap, ketika kita berjalan di jalan setapak, dipayungi atap tumbuhan rambat yang sengaja di desain untuk melindungi jalan setapak ini dari sengatan matahari.
“Iya, sepertinya tujuan mereka awalnya juga gak kemari, tapi terpaksa ke sini karena macet.” Jawab gue sepakat.
“Atau mungkin, jalan itu dibuat macet agar semua orang pindah kemari. Semuanya udah diatur.” Jawab Udik.
“Bisa jadi.” Kata gue, sambil kita terus mengobrol menuju arah pintu masuk loket. Gue sadar, kalau ada orang di belakang kita mendengar dialog kita, kita pasti dianggap Conspiracy Theory Family. Yang kita bahas selalu adalah bagaimana cara kerja yang sesungguhnya dari sebuah sistem dibandingkan yang terlihat oleh masyarakat umum di luar.
Jalan menuju loket masuknya udah rindang, dipenuhi tumbuhan hijau, tumbuhan hias warna-warni, papan-papan pengumuman arah jalan dengan desain kayu, dan macem-macem. Memberikan kesan teduh, hijau dan ceria. Belum masuk aja, kita udah ngerasa seneng. Dan Udik, yang paling keliatan seneng.
“Udik, gak usah masuk aja gak apa-apa kan?.. jalan di sekitar sini aja udah seneng kok..” kata nyokap tiba-tiba ajaib.
“Hahahahahaha!!...” Gue cuma bisa ketawa ngakak saat itu juga.
“Yah!!... Hahahaha!.. ya masuk donk!...” Udik separuh protes, separuh ketawa. “Hahahaha!..”
“Hahaha.. ngapain juga masuk, toh nanti di dalem itu tempatnya mirip-mirip gini. Sayang uangnya..” kata nyokap realistis.
“Hahahahahaha!!...” lagi-lagi, gue cuma bisa ketawa ngakak saat itu.
“Yah!!.. kasihan banget ya, aku.. jauh-jauh dateng ke Pacet cuma untuk keliling di depan pintu loket Pacet Mini Park.. Hahahaha…” kata Udik sekali lagi. “apa kata temenku entar.. Hahahaha..”
 Gue bisa mengerti perasaan si Udik. Apa yang musti dikatakan si Udik, kalo ditanya temennya entar?
“Udik, gimana di Pacet Mini Park kemaren? Seru? Ada apa aja di sana?”
“Seru abis! Banyak wahananya macem-macem deh pokoknya!”
“lha iya, kamu nyobain apa aja? ada apa aja di sana?”
“di tulisannya tertulis ada wahana waterpark, flying fox, taman, ATV, macem-macem! Seru pokoknya! Di depan pintu masuknya aja tamannya rindang, sejuk, warna-warni, banyak papan-papan pengumuman, ada kolam yang isinya ikan mas besar-besar di samping restoran, jadi kalau kita pesen ikan bakar, ikannya langsung ngambil di sana..”
“Maksudnya??! Jadi kamu makan di sana, gitu??..”
“Oke, gue ngaku! Gue cuma di depannya aja. Gak masuk. Tapi gue sempet foto-fotoan banyak di depan patung deket loketnya.”

***
Setelah kita bertiga bayar tiket masuk lima ribu perak, si Udik langsung berlarian kesana- kemari. Dia seperti si Mogli yang dikembalikan ke hutan setelah sekian lama tinggal di kota. Begitu mencapai tempat pintu masuk waterpark, secara otomatis dia merengek pengen masuk kesana. Setelah bayar tiket masuk waterpark seharga lima belas ribu rupiah, si Udik langsung menemui bangsanya di wahana air itu. Sementara nyokap ngawasin Udik dari luar, gue berkeliling melihat-lihat seluruh pelosok area di tempat wisata ini.
Gue lalu mengajak nyokap buat nyobain terapi ikan yang ada di sana. A kind of refreshment from my daily life! Ternyata selain terapi kulit, terapi ikan juga terapi tertawa! Gue ama nyokap gak henti-hentinya ketawa selama 20 menit di sana. Nyokap aja sampai ketagihan N pengen nyobain lagi, tapi gak sempet karena udah kesorean. Setelah jalan-jalan keliling bentar, kita balik.
It’s one of best quality family time ever. :D



Tunggu post gue selanjutnya!!.. :D











32 Responses to "-postingan awal 2013!!!-"

karthik sekar Says :
5 Februari 2013 08.58

Best Free Premium Blogger,Blogspot Templates for your blog.Latest High Quality Free Premium Blogger Templates,Themes,Layouts Free Download To Change Your Blogger Template Free download blogger template

akhbar Says :
26 April 2013 15.48

terimakasih banyak atas infonya gan

randy Says :
6 September 2013 08.45

Hi, Nice post thanks for sharing. Would you please consider adding an intro to my website on your next post? I will return the favor. Please email me back. Thanks!

Randy
randydavis387 at gmail.com

Gadgets

Huz 10 Says :
11 Juni 2014 09.18

interesting articles, useful content, thanks for sharing
A10 | G9G | Hopy

jaringan komputer Says :
7 Februari 2015 15.09

wahhhh cerita nya lucu yaa,,, gak tahan ni mau pipis,,,, cocok bnget buat yang lgi galau,,,,

Gratis Lagu Baru Says :
24 Februari 2015 21.28

POstinga tahun 2013 yah? ini kan udah tahun 2015 bro!. hehehe. mampir ya ke blog downloadku. ;)

Dewi Aja Says :
1 Maret 2015 19.14

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

Dewi Aja Says :
1 Maret 2015 19.14

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

Dewi Aja Says :
2 Maret 2015 12.47

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

sherlina halim Says :
5 Juni 2015 04.53

Pengen yang lebih seru ...
Ayo kunjungi wwwasianbet77com
Buktikan sendiri ..

Real Play = Real Money

- Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
- Cash Back up to 10 % .
- Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : op1_asianbet77@yahoo.com
- EMAIL : asianbet77@yahoo.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7234
- WECHAT : asianbet_77
- SMS CENTER : +63 905 209 8162
- PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

Salam Admin ,
http://asianbet77.com/

Foto memek Says :
19 September 2015 12.52

weee , panjang banget gan artikelnya

nara abdel Says :
31 Januari 2016 20.58

Nyimak Gan.
Download Lagu Terbaru http://boxlagu.xyz

nara abdel Says :
11 Februari 2016 10.38

Nice Post Gan.

Visit.
Situs BOKEP 2016 => http://goo.gl/hYycFS
----------------------------
http://jiLmek.wapka.me

nara abdel Says :
11 Februari 2016 10.40

Nice Post Gan.

Visit.
Situs BOKEP 2016 => BOKEP INDO BARAT
----------------------------
http://jiLmek.wapka.me

Poskan Komentar