kisah si pemimpi

Author: Budiharja Kusuma // Category:
kisah si pemimpi

selalu tertidur, selalu
matanya terpejam, tak tahu
apa itu masa, waktu
baginya semua semu, pasti berlalu

bila terbangun,
ia meronta, berteriak dan menangis
lalu kembali tidur dalam senyumnya

ia terlalu takut membuka mata
takut yang terlihat bukan harapnya
takut sang surya menyilaukannya
takut kabut malam menghentikan langkahnya
menghabiskan napasnya

terakhir kudengar,
tempatnya tidur bertaburan bunga
tak terbangun lagi, tak lagi bermimpi
bersama mereka,
para pemimpi
yang tak sanggup mengakhiri semua mimpi

tak satupun dari kami menangisi
tak satupun peduli
tak satupun
karena kami juga adalah mereka
para pemimpi

kami masih bermimpi
dan, mungkin ini semua juga mimpi

(08 september 2007)

1 Response to "kisah si pemimpi"

Anonim Says :
28 Juli 2009 03.34

Coba cari kata-kata yang lebih berat lagi.... karna kata hati pada dasarnya kadang tak bisa terungkapkan dengan kata-kata. Oleh karena itulah kadang kata-kata yang berat merupakan perwujudan dari kata hati itu sendiri yang tak bisa terkatakan.

Posting Komentar