DUET MAUT SI KAMBING DAN SI DIOGOL!!

Author: Budiharja Kusuma // Category:


DUET MAUT SI KAMBING DAN SI DIOGOL!!


(fiew… akhirnya… setelah opname dua hari gara-gara abiz ngebaca komik ini, gue memberanikan diri buat ngebuatin review-nya)

Udah baca komik “KAMBINGJANTAN sebuah KOMIK pelajar bodoh”??
Kalo belom, buruan pergi ke warung terdekat dan buruan beli tuh komik!!
eh? Gak,gak.. maksud gue, buruan pergi ke toko buku terdekat dan beli tuh komik!!(nah, tuh baru maksud gue!!)
yang jelas, intinya kalo elo blom baca tuh yang namanya komik, elo musti buruan baca!
gue Cuma saranin, baca!! terserah elo beli di warung kopi depan rumah lo ato pinjem dari kucing peliharaan temen lo!(emang bisa?)terserah deh, gimana cara lo..

Ya. Mengapa gue nyaranin baca?
Karena buku ini menyuguhkan cara yang beda dalam mengisahkan kebodohan dan kekonyolan cerita “Si Kambing”(Raditya Dika) bila dibandingkan dengan buku “KAMBING JANTAN” versi aslinya (yang hanya berisi full tulisan dan bergaya diary itu) ataupun buku lainnya, kayak, Babi Ngesot, Radikus Makankakus atopun Cinta Brontosaurus.



Ya, meskipun gue pribadi lebih suka yang versi tulisan(karena gue sangat menghargai keaslian suatu karya), tapi komik ini membuka mata gue,(juga idung gue) bahwa dunia tak selalu hitam dan putih. dan tak selamanya kebaikan yang akan menang. Lho? Gak itu, maksudnya, komik itu membuka mata gue, bahwa suatu cerita dapat disampaikan dengan banyak cara.
Dan komik ini berhasil meyakinkan gue bahwa penyampaian yang berbeda tak selalu jelek daripada versi aslinya. Yang mengingatkan gue tentang kisah aristoteles yang menemukan rumus lingkaran saat berendam di bak kamar mandinya yang berbentuk bulat, lalu dia berlari keluar rumah tanpa baju(dan dasternya tentunya..) dan berteriak dalam bahasa madura, “eureka!!.. eureka!!...”he.he..
ya, meskipun gak ada hubungannya, setidaknya dia berjasa dalam menyelesaikan soal lingkaran matematika adik gue yang terpaksa harus ngerepotin gue (lagi)!!. Haha..hahahaa….uhuk.uhuk..(ampek tersedak..). eureka!!

Komik ini menarik bagi yang belum(pernah) membaca kisah “Si Kambing” dan akan membuat penasaran bagi yang udah membaca “KAMBINGJANTAN” versi asli(sorry kalo gue nyebut gitu, coz bingung nyari istilahnya) dan akan jatuh cinta ketika membaca beberapa halaman depan komik “KAMBINGJANTAN ” itu(dan akan membuat ikut gila pada akhirnya!).
Bagi yang udah membaca versi aslinya, pasti akan tersadar bahwa penyampaian cerita dari si Radith dan imajinasi-imajinasinya (melalui gaya berceritanya yang konyol itu) dalam versi aslinya akan terlihat berbeda dalam buku Komik ini. Bahkan sebagian orang mungkin akan langsung terbahak-bahak(lalu terbatuk-batuk, kayak gue..) dan terheran-heran “apa ini bener cerita asli si Kambing?” “masa sekonyol ini sih?” “gak nyangka separah ini!!..”
NB: itu kalimat terakhir yang diucapin nenek gue setelah ngerebut komik itu dari tangan gue dan membaca beberapa halamannya, sebelum akhirnya berhasil direbut kembali oleh sang tokoh utama, yang gak laen adalah “gue sendiri”. Emang, kebaikan selalu menang!!

(jangan diambil ati kalimat ini. Cuma 100% kegilaan si penulis review ini aja!)

ya, gue pun terheran-heran kayak gitu..hampir gak percaya!! Tapi kalo si Radith yang ngalamin itu, gue percaya..
tapi, ada sesuatu yang laen di Komik ini!
ehmm... apa ya? Apa ya sesuatu yang laen itu??
lalu gue pun mengenyitkan dahi,,
waktupun terus berlalu..
setelah beberapa saat, akhirnya gue sadar satu hal,,…

bahwa gue gak boleh hanya mengenyitkan dahi aja, tapi juga harus berpikir!! Lalu guepun mulai untuk berpikir..

waktupun kembali terus berjalan….

rerumputan pun mulai tumbuh.

Dan akhirnya, hutan pun kembali seperti sedia kala..
dan di dalam proses berpikir itu, nurani sang tokoh utama bertanya,
“mengapa ya komik ini menarik?”,
“mengapa orang yang udah baca KAMBINGJANTAN juga harus baca versi komiknya?”,
“apa bedanya?”,
“apa menariknya?”
Lalu, setelah beberapa saat,,.. (gue sempet guling-gulingan, lalu tiduran..) langit terbuka!!
Cahaya jatuh dari atas.Sang pencipta telah memberikan jawabannya!
Jawabannya adalah,,

    Jawabannya adalah,,

Sang ilustrator komik ini, yang tak laen adalah “Si Diogol”(Dio Rudiman).
Sang ilustrator, si Diogol ini(yang sempet diceritain, bahwa satu-satunya hal yang bisa dilakuinnya adalah menggambar dan jualan ember, dan dia menghabiskan masa SMA-nya dengan membuat gambar-gambar parodi yang berisi hinaan/ejekan ke teman-temannya yang digambar dari sobekan buku tulis!!) mampu menceritakan kisah “KAMBINGJANTAN” ke versi yang laen(dan ekstrem, menurut gue) yaitu versi “DIOGOL”(lebih enak kedengerannya!).
si Diogol ini, menurut gue, memiliki keahlian dalam melihat bagian mana yang menarik untuk di kisahkan dalam bentuk komik, dan juga sepertinya sangat mengerti apa yang sebenernya mau disampaikan oleh si Kambing dalam cerita-ceritanya. Dan dia dengan keahlian dan ciri khasnya, mampu menampilkan cerita si Kambing yang “wah!” itu dengan tambahan disana-sini dan imajinasi di Diogol sendiri tentunya, menjadi suatu cerita utuh versi mereka berdua.
Yang membuat komik ini menjadi sebuah karya yang gue sebut “DUET MAUT SI KAMBING DAN SI DIOGOL!!”. Kayak judulnya kan?
mengapa gue nyebutnya seperti itu?
Karena komik ini menggabungkan kekonyolan “Si Kambing” dan kegilaan “Si Diogol” dalam bentuk buku. Bukan dalam bentuk sobekan lagi.(hehe…).
Ya, memang suatu kombinasi yang seimbang(kayak kombinasi antara tangisan adik gue ditambah sengetan lebah) dan cukup manis menurut gue(semanis gula ama semut-semutnya!!).

Memang cerita yang disampaikan seimbang, dan memiliki ciri tersendiri.
seperti contohnya, kisah awal yang menceritakan “si Kambing” yang pengen dihormati di Adelaide, Australia, dengan cara menantang Harianto(temannya) buat maen bulu tangkis, tapi malah dipencundangi balik karena ternyata si Harianto itu jago banget bulu tangkis.(apes..).
ato cerita ketika “si Kambing” yang potong rambut(karena rambutnya udah kepanjangan) dan mengubah gaya rambut(yang biasanya “plontos”) biar terlihat keren, eh, malah model rambutnya mirip anjing piaraan Jie Hye(temennya dari korea). Ha.ha…(dia langsung cukur plontos lagi!). dan masih banyak laennya dah..(bagi yang penasaran, buruan baca..)
sungguh cerita kocak yang beda dengan yang gue baca sebelumnya! Dua jempol deh buat elo berdua!!
membuat gue gak sabar nunggu serinya yang kedua!

Baitehwei, masih ada satu hal yang gue belom review. Yaitu kekurangan buku komik ini!. Ya, ke..ku…rang…ngan..!!(masih bisa baca kan?) Gak bijak donk, kalo kita hanya memuji suatu karya tanpa memberinya kritik yang membangun agar lebih baek lagi di masa depan? (buset!! tumben lo bicara bener kayak gini? Mimpi apa lo Bud?)

Okey, kita mulai!
Pertama, ada banyak bagian lucu yang dalam kisah “Si Kambing” yang hilang, yang menurut gue, pada beberapa cerita, itu malah cerita utama yang lucu dalam cerita tersebut. Ya, mungkin si Diogol hanya memilah bagian-bagian yang menurutnya bagus untuk diangkat, bukan semua ceritanya. Tapi pada beberapa cerita, itu malah kehilangan kesan yang sesungguhnya dalam ceritanya.
Lalu berikutnya, terkadang dalam komik ini sulit untuk membedakan, mana yang hanya imajinasi dan mana yang cerita yang bener-bener terjadi(sesulit waktu gue mbedain foto gue ama monyet waktu foto dikebon binatang). Gue ngeliat, enggak ada batas yang jelas pada kedua hal itu dalam bebeapa cerita. Membuat yang ngebaca bingung,”bener nggak sih ini?”
Next and last, pada beberapa bagian gambar si Diogol di komik ini, ada yang terasa sangat kasar. membuat pembaca untuk sementara kehilangan ciri si Diogol. gambar yang tidak ato kurang  konsisten bagi sebuah komik.

Well,, dibalik itu semua,
komik ini sekali lagi gue bilang, menyuguhkan versi yang berbeda dalam kisah “si Kambing”. Yang memiliki banyak kelebihan dari versi aslinya.
Memang layak untuk dibaca!
Terutama bagi yang udah ngebaca semua cerita-cerita “si Kambing” yang udah terbit lebih dulu..

dan terakhir,,
kita tunggu aja seri kedua komik ini. apakah akan lebih menarik lagi?
Atokah masih tetap dengan gaya dalam seri ke satu ini?
Ato,,.. ceritanya akan lebih gila lagi? dengan bantuan gambar si Diogol tentunya..

Ya, kita doain sama-sama biar masih ada yang mau membeli buku komik duet mereka berdua ini. Biar mereka bisa terus berkarya dan mampu menuangkan ide-ide mereka yang gila dan gokil dalam sebuah karya yang lebih baik di masa depan.
“Hidup Kambing!!”
“Teruslah mengembik!!”

Eh, maksud gue,
“Teruslah berkarya!!”

“Merdeka!!” (gak nyambung!!)

by: -boot_d-

3 Responses to "DUET MAUT SI KAMBING DAN SI DIOGOL!!"

Haviz ituu... Says :
12 Januari 2009 08.57

hidup KJ!!
merdeka!
hhe.

salam kenal!

si dede Says :
7 Maret 2009 20.21

kayaknya gw lebih demen baca komik kambing jantan, dibanding filmnya.
really.

famouslastword Says :
26 November 2009 12.29

glory KAMBING JANTAN

eureka SI DIOGOL

Posting Komentar