-posting gado-gado!!-

Author: Budiharja Kusuma // Category:
Hoo.. Hoo.. Hoh!
Boot is back!
…..
Sekali lagi ternyata media streaming video Youtube (baca: yu-tub) memang cara yang efektif untuk menjadi cepat terkenal ya.. Pengen jadi artis?? Gampang. Bikin video-video yang gokil, upload di Youtube. Terkenal deh. Seperti yang terakhir sekarang adalah seorang polisi, Briptu Norman dengan lagu India Chaiya Chaiya. Saking booming-nya, dia berkali-kali diundang di berbagai stasiun TV. Seolah-olah, tiap acara yang ada Briptu Norman-nya pasti bakal laris. (gue masih nunggu, pasti bentar lagi di salah satu episode sinetron Putri Yang Ditukar atau Cinta Fitri Sesion 7, tiba-tiba nongol Briptu Norman gitu aja. Mungkin di Episode spesial tersebut, judulnya juga ganti: Cinta Fitri Sesion 7 feat: Briptu Norman, atau Putri Yang Ditukar: ternyata Briptu Norman. Jadi ceritanya, ternyata anak perempuan mereka yang selama tertukar, yang gak tahu dimana rimbanya, ternyata aslinya adalah Briptu Norman. ?? Yeah, we never know?)
Kalau di Udin punya bakat menciptakan lagu, ternyata Briptu Norman punya bakat menyanyi, bukan hanya lipsync dan pandai menari India. Ya, sesuai dengan yang lagi tren saat ini, bentar lagi mungkin dia bakal membuat lagu video clip Chaiya Chaiya dengan penari latar ribuan ulat-ulat bulu yang menari indah (again, who knows?). Dan mungkin sebentar lagi, untuk melengkapi lagunya, Udin juga akan menambahkan satu lagi nama Udin di lirik lagu Udin Sedunia-nya: Udin yang suka joget India, namanya Normanudin.
Ya, semoga kehadirannya di jagat industri entertainment gak cuma sesaat dan meredup begitu aja seperti pendahulu-pendahulunya. Gue masih nunggu, orang-orang seperti apa lagi besok yang bakalan muncul dan jadi terkenal dadakan lewat Youtube. Lipyinc udah, pembuat lagu udah, penyanyi dan penari udah. Mungkin ke depannya bakal ada pemain sulap atau pemain debus fenomenal yang terkenal lewat Youtube. Suatu saat, host Insert Investigasi membuka dialog dengan opening: ”Pemirsa! Fenomena Youtube kembali terjadi. Setelah Briptu Norman yang terkenal lewat lagu india Chaiya-Chaiya, sekarang muncul sosok baru. Yonda si Kepala Ajaib, begitu banyak orang menyebutnya. Video aksinya yang memotong kepalanya dengan gergaji mesin yang ditonton lebih dari satu juta orang di Youtube, mengundang decak kagum dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Aksinya dalam video tersebut sangat fenomenal dan melambungkannya namanya dalam sekejab. Kita lihat, bagaimana persiapannya ketika menempelkan lagi kepalanya dengan selotip dan lem besi, ketika tim Insert mengundangnya untuk datang ke Jakarta. Semuanya terangkum dalam Insert Investigasi!”
Asumsi gue, gak lama lagi juga bakal muncul kategori baru buat artis di Indonesia. Kalau sekarang ada kategori Pemain Sinetron, Pemain Film, Presenter, Penyanyi, Pelawak, Pesulap, dan lain-lain, besok-besok dalam acara penganugrahan penghargaan, bakal muncul kategori: Penari Youtube terfavorit, Artis Lipsync Youtube terfavorit, Pendatang Baru Youtube terfavorit, dan lain-lain.


(catatan: kenapa pengertian kata ’artis’ bergeser ke pengertian ’selebritis’ (orang terkenal) ya? Padahal pengertian arti kata ’artis’ yang sebenarnya adalah: seorang seniman. Orang yang pekerjaannya atau bekerja di bidang seni. Gak peduli seniman itu terkenal atau tidak, mereka adalah artis. Tapi di Indonesia sendiri, artis adalah: orang yang terkenal dan sering masuk tipi. Gak cuma penyanyi, pemain film, dan lain-lain yang terkenal. Kalau kamu host terkenal dan sering masuk tipi, kamu adalah artis. Kalau kamu pengacara yang sering menangani kasus artis terkenal, dan kamu sering masuk tipi, kamu adalah artis. Kalau kamu ahli Telematika dan sering melihat kasus video yang lagi booming dan bilang ”Ini bukan rekayasa!”, dan kamu sering masuk tipi, kamu adalah artis. Kalau kamu orang biasa yang iseng-iseng meng-upload video gila kamu ke Youtube dan tiba-tiba jadi terkenal, dan kamu sekarang sering masuk tipi, kamu adalah artis. Jadi jangan salahkan, kalau ada anak kecil yang ditanya tentang apa cita-citanya, lalu dia jawab, ”Pengen jadi artis!”. Lalu ketika ditanya mau jadi artis apa, dia cuma jawab, ”Gak tahu, yang penting jadi terkenal!”)
....

...
....
Chaiya, chaiya.. (baca: oke, lanjut..)
Bagaimana kabar keluarga gue? Kabar keluarga gue baik-baik aja. Bokap masih sibuk dengan projek-projeknya, si Udik masih malas belajar dan lebih terobsesi buat jadi pembuat komik, Nyokap masih jadi ibu rumah tangga terlucu di rumah, si Galuh masih sibuk banget dengan kuliahnya, dan gue masih terus berupaya berguna bagi nusa dan bangsa, masih normal dan sehat.
Baidewei, selain sibuk dengan urusan rumah tangga, Nyokap juga sekarang mencoba membuat yang dinamakan ‘Jamu Serbuk’ buat usaha kecil-kecilan. Sesuai namanya, inti dari jamu ini sebenernya, sih, mengubah bentuk jamu tradisional yang biasanya banyak dipakai yang berupa cair, menjadi ke bentuk serbuk atau bisa disebut kristalisasi (kalau enkapsulasi, itu di Nutrisari). Inti, tujuan, dan visi, kenapa jamu diubah menjadi ke bentuk serbuk adalah: agar lebih praktis, higienis, dan lebih layak jual.
Proses membuat jamu serbuk ternyata gak mudah lho.. Jamu tersebut harus terus dimasak selama 4 jam dengan terus mengaduknya dan menjaga apinya agak tidak terlalu besar/kecil. Kalau tidak bisa menjaga apinya, maka bentuk jamu akan berakhir menjadi gulali (permen) yang lembek dan liat itu, bukannya serbuk. Jadi, butuh ketelatenan ekstra agar jamu berhasil berproses secara sempurna menjadi ke bentuk serbuk. (tapi seenggaknya, se-gagal-gagal-nya membuat, hasil akhir produknya masih berupa jamu. Kalau gak jadi jamu serbuk, ya permen jamu. Jadi, kalau ada orang nanya, “Kenapa kok malah jadi permen gini?!” bisa jawab dengan enteng, “Lagi bosen bikin yang serbuk sih! Lagian sekarang trend-nya jamu itu sekarang diemut kan..”)
Dalam mengaduk jamu juga, harus dilakukan perempuan lho! Kenapa? Karena gak ada cowok yang mau mengaduk selama 4 jam.. (Ok, out of topic.)
Ternyata, bahan terpenting dalam proses penyerbukan ini adalah: Gula!
Jamu yang akan dibuat menjadi serbuk haruslah dicampur atau ditambahkan gula. Gula-lah yang berfungsi untuk mengikat molekul-molekul pintar dari bahan jamu (kok jadi mirip iklan oli?), dan menjaganya agar dapat mengkristal (menjadi serbuk) dan mudah diserap oleh tubuh ketika dikonsumsi nantinya (go ion!). Gula jugalah yang mempengaruhi dari massa (m) jamu dalam bentuk serbuk. Jamu yang dimasak dengan 1 kg gula, akan menghasilkan 1 kg jamu serbuk. Begitu juga ketika jamu dimasak dengan 2 kg gula, maka akan menghasilkan 2 kg jamu serbuk.
Jadi rumusnya,

Jamu + n gula = n jamu serbuk.

Hal lain yang harus diingat juga dalam proses memasak jamu, jangan pernah mencampurnya dengan asam (buah asam)! Karena itu akan membuat proses peng-kristalan akan gagal dan jamu akan tetap menjadi air. Gue gak tahu, kenapa asam dan gula saling bermusuhan seperti itu. Mungkin kadar kalori + pada gula saling bermusuhan dengan ph – pada buah asam. Jadi gini:

Jamu + n gula(kalori +) + n asam(ph -) = n serbuk jamu

Berubah jadi;

Jamu + n gula + n(- asam) = n serbuk jamu.

(note: bagi yang makin bingung setelah melihat rumus yang gue tulis di atas, jangan terlalu diambil pusing. Gue aja gak yakin dengan apa yang tulis)

Selain membuat jamu serbuk, nyokap juga masih sering merebus jamu biasa buat dikonsumsi sendiri. Paling sering nyokap buatin buat gue buat langsung diminum.
One day, seperi biasa gue ke dapur, dan melihat ada sepanci jamu ada di bawah. Karena kebiasaan, gue langsung ambil gelas dan ambil jamu yang di panci tersebut. Sewaktu gue minum, rasanya agak aneh. Rasanya agak tawar. Waktu gue lihat, jamunya ternyata agak bening gitu, gak butek seperti jamu pada umumnya. Ngerasa ada yang gak beres, gue langsung lapor ke nyokap.
“Eh?! Kamu minum jamu itu?!” tanya nyokap ke gue, dengan ekspresi agak kaget.
“Iya, tapi kok rasanya agak tawar ya?” tanya gue polos.
“Jamu itu bekas keujanan! Hahahahaha!!..” nyokap kemudian ketawa ngakak.
“Hah?!!..” gue melongo. “Beneran?!”
“Iya, kemaren pas ujan lupa belum Mamak pindahin. Sebenernya jamunya udah abis sih.. Keujanan jadi penuh lagi.”
Glek!
Sial! Gue gak pernah nyangka kalau jamu yang ada di bawah itu korban dari genteng bocor di dapur. Jadi, sebenernya jamu itu udah abis.. jadi, sebenernya gue minum air hujan rasa jamu..
“Tapi gak apa-apa.. anggap aja obat.” tambah nyokap, masih memberi sugesti positif sambil berlalu pergi gitu aja.
Wow, gue gak pernah nyangka sugesti postif dari nyokap sebesar itu. Mungkin, kalau suatu saat di Udik (adik gue paling kecil) gak sengaja ketuker antara ngemut susu kental manis sachet dengan Autan sachet, nyokap pasti tetep akan bilang, “udah, gak apa-apa.. anggap aja obat. Abis ini adik kamu pasti gak akan digigit nyamuk lagi.”
Sepertinya gue harus lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan di rumah gue sendiri..

...
Other side, gue masih sibuk berusaha ngelarin TA (Tugas Akhir) gue. TA gue masih jalan sekitar.. em.. mungkin 20%. Karena spek. komputer rumah yang gak mencukupi, maka satu-satunya harapan yang ada adalah gue mngerjakan TA di komputer lab. kampus. Awalnya lab. kampus masih bisa dipakai sampai malam dan juga sabtu minggu, tapi karena sekarang aturan dan sistem birokrasi lebih ketat, maka sekarang lab. cuma bisa dipakai selama hari dan jam kerja aja. Senin-Jum’at. Jam 08:00-16:00. Alhasil, karena gue juga kuliah, dan anak-anak lain juga memakai lab. untuk kuliah, maka cuma hari Kamis dan Jum’at aja anak-anak-yang-memanfaatkan-lab.-untuk-mengerjakan-TA bisa mengerjakan TA dengan maksimal. Sisanya, kita harus nyuri-nyuri waktu. Itupun kalau gak ada tugas, atau niat kita udah 200%. Sering banget juga gue ngalami, pas lagi gak bisa ngerjain TA (lagi gak bisa make lab.), lagi mood-mood-nya ngerjain. Eh, giliran pas bisa ngerjain dan pinjem lab., gue kehilangan mood gue sama sekali dan gak tahu musti ngapain. Mau gak mau, I do my TA without spirit N passion. Just do it. Until time is up. Kalau udah gitu, biasanya gue berpedoman, “Bud, kerjakan saja.. Mau atau gak mau. Semangat atau gak semangat. Lakukan saja, pasti nanti ada perkembangan dan selesai dengan sendirinya.”
Belum lagi mata kuliah e-Learning, yang dimana ada tugas projek untuk UTS dan UAS. Jadi selama kuliah, kita diberi teori dan praktek, bagaimana membuat produk atau konten E-Learning, lalu dalam UTS dan UAS adalah hasil akhir produk jadinya. Sesuai dalam SOP ketika pertemuan awal mata  kuliah ini, untuk UTS projek yang dilakukan dan produk yang dibuat adalah e-Learning dalam bentuk aplikasi (*.exe) dan dalam media CD atau DVD, untuk kemudian dijalankan di komputer. Untuk UAS (gue gak sabar cerita ini), produk yang dihasilkan adalah E-Learning berbasis web, pemirsa sekalian! Jadi kita disuruh buat e-Learning dengan media web online, dimana nanti dalam system belajarnya dapat diakses siapa saja secara online. Jangan pernah tanya gue, gimana cara buatnya..
Pelajaran berharga, ternyata dosennya disiplin. Mulai dari kuliah awal hingga seminggu sebelum ujian UTS kemarin, sang dosen meminta progres projek tersebut tiap minggu! Jadi, di waktu kuliah praktikum kita mencicil membuat projeknya, di waktu kuliah teori, kita disuruh presentasi tentang progres projek kita dan apa aja kendalanya. Mengetahui fakta itu, kita sekelas serempak setuju bilang, ‘yang bener aja pak! TA kami aja belum ada kemajuan progres yang berarti, eh, projek kuliah ini menuntut sesuatu yang melebihi TA! Gimana dengan TA kami?! Kapan bisa mengerjakannya kalau gitu?!!’
Ya, disadari ataupun tidak, projek mata kuliah ini udah menjadi TA kedua bagi kita semua. Projek e-Learning gue ama temen gue (1 kelompok berisi 2 orang, mengerjakan 1 projek) untuk UTS ini adalah: Tutorial Pembuatan Karakter Chibi dengan menggunakan Adobe Photoshop. Kenapa gue pilih itu? Lagi-lagi karena itu mudah bagi gue, dan tutorial itu sendiri adalah apa yang selama ini jadi hobi gue. Untuk medianya sendiri, akan berbentuk aplikasi, tapi di dalamnya sebenernya berisi video tutorial (seperti yang tutorial ada di Youtube). Gue sendiri lebih fokus ngerjain video turorialnya, sedangkan temen gue ngerjain di bagian voice over, pengaturan aplikasi, lay-out, tombol-tombol, dan lain sebagainya. Sewaktu UTS seminggu kemaren, gue udah kebut buat video tutorialnya dan langsung gue kasih ke temen gue, biar gue bisa kembali fokus lagi ke TA gue (ya, sebuah kesalahan besar ketika seorang mahasiswa sangat fokus dalam projek salah satu mata kuliahnya, tetai menelantarkan TA-nya sendiri). Sekarang dalam tahap finishing oleh temen gue dan semoga hari Selasa besok udah bisa dikumpulkan. Dan gue sangat tidak sabar menunggu kuliah setelah UTS ini buat mengerjakan e-Learning BERBASIS WEB! Lagi-lagi, jangan tanya gue nanti mata kuliahnya kayak gimana, atau bagaimana cara mengerjakan projeknya..
Oh, TA gue..

Tunggu post gue selanjutnya.. (^0^)/


7 Responses to "-posting gado-gado!!-"

nee.Ya.nia Says :
1 Mei 2011 09.54

post yg ini lucu.. XD tp kyaknya buru-buru ya.. itu pertamanya bilang silet investigasi.. trus akhirnya bilang insert investigasi.. hihi ^m^)

di tunggu tutorial membuat chibinya.. :D
semangat TA-nya.. ^o^/

nb:kalo gak salah lipsing --> lipsync (lip syncronisation)

-boot_d- Says :
1 Mei 2011 22.56

iya, emang buru-buru nulisnya. jadi belum sempet baca lagi N ngoreksi tulisan. (itu aja aku bangun jam 5 pagi buat nulis, eh, jam 7 udah dipake lagi komputernya ama bapak..-_-")
iya ya, banyak salah tulis. entar kalo aku online lagi kukoreksi deh.. makasih atas koreksinya. :)
yup, makasih.. ^o^)/ semangat!

ika hardy Says :
4 Mei 2011 04.56

heran bgt dgn org2 yg ngetop instant kyk gt, tp mgkn krn media yg terlalu membesar2kan hal2 kyk gt, pdhl sebenarnya ga terlalu spesial (menurutku sih...)
lbh baik ngetop krn prestasi, bukan krn sering masuk infotainment.

btw, salut dgn ibu kamu yg meracik jamu jd bentuk serbuk.
sukses buat TA dan bisnis si ibu!! :)

nadiaa Says :
20 Mei 2011 21.47

semangat ya TA-nya....
ini juga lagi UTS nih akuuu... >,<

nadiaa Says :
20 Mei 2011 21.48

semangat ya TA-nya....
ini juga lagi UTS nih akuuu... >,<

restoran jepang Says :
30 Mei 2011 14.50

semangat guna meraih masa depan yang lebih baik

Posting Komentar