hati yang berkabut

Author: Budiharja Kusuma // Category:
Hugh!

Akhir-akhir ini hatiku selalu berkabut. dipenuhi dengan berbagai awan hitam yang mengitari hampir seluruh jiwaku (kayak musim ujan ini, yang tiap hari selalu mendung aja).
Aku mencari celah kosong di tiap ruang, tapi tetap saja, hanya berputar-putar di tempat yang sama. Dan semuanya gelap. Tak ada jawaban yang kucari selama ini. Akupun sudah mulai lupa bagaimana rasanya apa yang disebut orang lain “bahagia” ato “kebahagiaan”.
Terlalu lama aku mencari jawaban. Mengitari segala bidang. Dari semua sudut. Tapi aku masih tak menemukan tempatku “seharusnya berada”. Tempat dimana aku merasa “diterima” dan merasa seperti di “rumah”. Tempat di mana orang-orang lainnya menyambutku dengan tangan terbuka dengan senyum ramah dan sanggup menerima dan mengerti diriku sepenuhnya dan apa adanya.
Aku coba mencari jalan benderang untuk setiap sudut di hatiku. Tapi tiap aku coba berusaha menerangi hatiku dengan seseorang yang mungkin akan mampu menjaga terangnya hatiku setiap saat, aku sendiri yang meredupkan terang hatiku. Dan berkata padanya “pergilah. kau takkan sanggup berada di kegelapanku”. Dan tiap muncul pertanyaan “mengapa?”. Aku selalu terdiam. Tak ada jawaban. Tapi jawabannya mungkin, “mungkin memang aku tercipta bukan dengan orang lain.”
“mungkin tidak untuk sekarang….”

(10 November 2008)

0 Responses to "hati yang berkabut"

Posting Komentar