kesendirian

Author: Budiharja Kusuma // Category:
Hugh!!

Kesepian. Aku masih merasa sendiri di dunia ini. Tiap jengkal bumi yang kuinjak serasa berpasir. Membebani langkahku. Membebani tiap yang merasakannya. Perasaanku yang begitu lemah, hatiku yang begitu rapuh. Dan segala macam yang ada di dunia seakan tercipta hanya untuk orang lain saja. Bukanlah untukku. Membuatku bergumam, “hey, jika hatimu lemah, dan perasaanmu rapuh, mengapa tidak kaubuang saja hati dan perasaanmu yang rapuh itu, sehingga tidak ada yang membuatmu lemah?”benar juga.. “Lagipula gak bakalan ada yang akan peduli dengan perasaan bodohmu itu..” sejak saat itu aku mulai sedikit-sedikit membuang segala perasaanku. mencoba menjadi kuat. Ato paling gak, “berpura-pura kuat” di depan orang lain. Tidak menunjukkan ekspresi wajahku. Tidak menunjukkan emosiku. Selau tersenyum apapun yang terjadi. Apapun keadaannya. Berusaha menjadi orang lain agar diterima. Berusaha menciptakan karakter ynag disukai orang banyak. Dan sangat berharap tak ada lagi yang akan mencoba menyakitiku.
Tapi aku sadar(seiring berjalannya waktu), manusia tidak bisa membuang emosinya. Manusia tidak bisa hidup tanpa perasaan. Manusia justru harus hidup dengan penuh harapan, cita-cita, kasih sayang antar sesama dan penuh dengan perasaan “bahagia”. Karena saat manusia tak lagi hidup dengan merasakan itu semua, kuanggap ia tak lagi hidup. Atau setidaknya bukan hidup sebagai manusia.
Tapi mengapa, jika aku sanggup memiliki emosi dan perasaan, mangapa aku selalu memilih untuk menderita? Dengan alasan, jika aku merasa bahagia, nanti aku tak sanggup lagi merasakan penderitaan yang dialami orang lain. Muncul pertanyaan aneh, “mengapa kau harus ikut merasakan perasaan orang lain?”
“Mengapa kau peduli dengan apa yang mereka rasakan?”
“Bukankah mereka tidak peduli padamu? “
“Dengan semua yang kau rasakan?”
Selalu saja muncul konflik seperti itu dalam hatiku. Dan selalu saja aku melawannya.
“aku peduli pada perasaan mereka karena aku tahu bagaimana rasanya tidak ada yng mempedulikan perasaan kita”
“aku tahu bagaimana rasanya saat kita merasa kesepian dan sendirian”
“aku tahu dan merasakannya sampai saat ini”
“Karena itu aku peduli dengan perasaan mereka. Aku peduli dengan yang terjadi dengan mereka.dan berusaha sekuat mungkin agar mereka tak lagi merasa sendiri di dunia ini”.
“agar mereka tak lagi merasakan seperti yang kurasakan”
“agar saat mereka butuh seseorang, seseorang itu ada.”
“dan aku juga berharap,, suatu saatjuga ada seseorang yang akan menolongku juga”.


(15 nov 2008)

0 Responses to "kesendirian"

Posting Komentar