long night part 2: banjir

Author: Budiharja Kusuma // Category:
(25 nov 2008)
lanjutan long night part 1...

aku terus melesat dari tempat parkir. kubuka kaca helmku agar dapat melihat lebih jelas. di bundaran ITS aku disapa teman."hei, jo!!" teriaknya. vespaku telah mendahului sepeda jupiternya. aku menoleh dan melambatkan vespaku. ternyata si deni, anak elka, temen satu kampungku. dia memakai jaket jurusan. tasnya yang di belakang ditutupi dengan jaket yang dipakainya. sepedanyapun menghampiri. "nang endi?" tanyanya."mbalik." kujawab singkat. aku yakin dia mengerti maksudku. aku kembali menaikkan gas. kutoleh kebelakang. dia ke gebang. tempat kostnya. kami berpisah.

ya tuhan! jalan kertajaya menjadi lautan!! banjir! seperti dugaanku. dan lebih parah lagi,adalah..MACEETTT!!!.. semua bergerak begitu lambat. semua kendaran melambat. berkali-kali ujung sapatu kiriku terpaksa menyntuh air karena mobil di depanku yang tidak mau bergerak. dan juga banyak sekali sepeda motor yang memotong jalan seenaknya.
jalan kertajaya yang sebenarnya pendek dan kulalui dengan cepat, sore itu terasa sangat panjang dan melelahkan. ya. memang aku kelelahan. jalan itu seperti sungai yang harus kulalui dengan vespaku. aku berkali-kali cemas saat harus terpaksa menerjang genangan air yang cukup dalam di sana. cemas bila vespa yang kukendarai mogok di tengah jalan karena kemasukan air yang menggenang di sana. terus kulalui jalan itu. sampai perempatan lampu merah pertama semuanya berhenti. kuliat traffic light di depanku. mati. kutoleh yang lainnya. semuanya juga mati. dan benar, semuanya serba tak terkendali. semakin menambah kemacetan. banyak bunyi klakson yang berasal tak hanya dari mobil, tapi juga dari sepeda motor di belakangku. semua seperti ingin membunyikan klakson paling keras, dan ingin segera sampai rumah tentunya. ya. memang. jam-jam seperti ini paling enak memang berkumpul bersama keluarga dan melihat acara tv. atau minum teh hangat/wedang jahe sambil memakai mantel hangat tebal.
perlahan-lahan kulewati perempatan itu bersama para pengendara lainnya. semua mulai bergerak lagi. tetap lambat. berkali-kali dan semakin sering sepatuku menginjak air.basah.
kucoba terus memilih jalan yang tak bergenang air. dan kalaupun semuanya tergenang, aku akan berusaha untuk memilih yang genangannya paling dangkal. sekali lagi kulewati beberapa mobil. aku terjebak di sebelah kanan jalan. banyak mobil di depanku membelok ke kanan untuk putar balik. aku berusaha untuk mengambil posisi ke kiri jalan. tapi semuanya seperti sedang ingin berbelok kekanan semuanya. kuambil celah di antara baris mobil itu. aku berhasil.
alangkah terkejutnya!! ternyata di depan banyak polisi yang memberi isyarat untuk belok ke kanan. alias putar balik. agak jauh di depanku kuliat ada sesuatu yang roboh. mungkin pohon kali. aku tak bisa melihatnya dengan jelas.
hik..hik... aku harus memutar kembali ke jalan awal. semuanyapun begitu, tanpa terkecuali. baik mobil ataupun sepeda motor..

0 Responses to "long night part 2: banjir"

Posting Komentar