-kelas itu..-

Author: Budiharja Kusuma // Category: ,
Sisi lain dari dari cerita –huru-hara harla sma dan kuis im3-


Di sela-sela break acara yang diselingi acara pembagian hadiah juara, dan juga dikarenakan suasana gerah saat duduk di depan, gue berinisiatif buat pergi, sekalian mau pindah ke anak-anak yang banyak berdiri di belakang.

Gue langsung meluncur ke lorong yang melewati ruang guru yang lama tersebut. Melewati kerumunan siswa –siswi yang berdandan tata rias dan pakaian yang warna-warni. Beberapa diantaranya memakai baju atasan hitam. Sebuah ID Card menggantung di leher mereka masing-masing. Sepertinya, mereka panitia lomba.
“feuw.. akhirnya bia sedikit bebas..” gue berkeliling sejenak. Ternyata rasa gerah bisa cepat ilang juga kalo kita berkeliling.
Gue melihat-lihat pemandangan di segala sisi sekolahan yang sudah satu setengah taun gue tinggalkan itu. Banyak juga yang berubah. Lapangan basket yang dulu tampak biasa, sekarang sudah dikelilingi oleh pagar besi. Mirip tempat lapangan di Lembaga Permasyarakatan. Kelas-kelas di pinggir lapangan-pun banyak yang lantainya berganti dengan lantai putih bersih. Banyak tembok kelas yang seingat gue ada retakan di sana-sini, sekarang udah tidak ada lagi. tertutupi oleh cat berwarna pink yang mewarnai hampir sebagian besar sisi luar kelas.

Gue berhenti sejenak di sisi pinggir lapangan. Tak ada seorang-pun di sekitar situ kecuali gue. Sebagian besar sedang sibuk di bagian depan sekolah tersebut. Menyaksikan acara-acara selanjutnya. Gue memperhatikan pagar lapangan ini.
Pagar besi yang berwarna hijau muda itu sepertinya tidak cocok dengan lapangan yang sempit itu. Gue mikir, apa alasan mereka memasang pembatas seperti ini? Apa agar bola Voly ataupun basket jika keluar, tidak sampai keluar ke sisi luar lapangan? entahlah.. yang jelas, gue merasa, lapangan yang dulu masih lebih baik. Sebuah kenangan tidak mampu tergantikan oleh sebuah pagar besi yang kokoh. Pasti momen-momen bola menggelinding keluar, dan harus ada anak yang mau mengambilnya lagi itu, sudah tidak terjadi lagi. Kurasa tak akan pernah terjadi lagi.

Lalu pandangan gue berhenti pada sisi lapangan. Gue teringat, di sinilah dulu Pak Hermanto, guru olahraga gue, mengajak adu tanding voli. Menantang lima anak kelas 3 untuk melawannya yang sendirian. Di sekitar sini jugalah, beberapa temen gue melakukan servis saat teori bermain voly. Gue masih inget, beberapa diantara mereka banyak yang mendapat umpatan dan cacian dari Pak Hermanto karena gak becus dalam melakukan servis. Ada yang menginjak garis saat menservis-lah, ada yang lemparan bolanya keluar lapanganlah, dan masih banyak lagi ketidakbecusan mereka di saat-saat kelas satu tersebut. Tapi ada beberapa juga yang mendapat pujian dari beliau, karena mampu melakukan servis atas dan mampu menjatuhkan bola pada posisi belakang lapangan. hahaha… jadi pengen ketawa, jika mengingat lagi kejadian saat kelas gue di kelas satu yang di pinggir lapangan itu jendelanya terkena bola voli.
“blak!!..” penyangga jendela jatuh, dan jendela menutup seketika. Pelajaran di kelas-pun pasti berhenti sejenak karena hal itu. Hehe… lucu juga… apalagi saat ngeliat kekagetan anak(yang sial) bangkunya ada di pinggir jendela. Biasanya, mereka pasti akan terkaget-kaget dan mengelus-elus dada mereka sambil komat-kamit gak jelas.
hehe…. ada-ada saja.. tapi kenangan seperti itulah yang nantinya akan terus diingat dan gak ingin dilupakan oleh anak yang sudah meninggalkan SMA kayak gue.. sebuah kenangan yang gak akan terlupakan sampai kapanpun..

gue pun menghampiri jendela yang yang selalu sering terkena bola voly dan bola plastik itu. Kuat juga ya, kaca jendela ini.. karena pasti hampir setiap hari jendela ini mendapat ancaman dari orang yang bermain di lapangan. Tapi mungkin, jendela ini sekarang sudah bisa tenang. Setidaknya, bola yang berasal dari lapangan gak akan mengenainya lagi..

gue terus berjalan.. berbagai ingatan gue mengenai berbagai macam tempat disana seakan melintas bergantian seketika. Tiap melewati sebuah tempat, memori gue seakan secara otomatis mengulang ingatan tentang tempat tersebut. Semua ingatan, entah itu yang baik atapun yang buruk. Semuanya mengalir..

berhenti di sebuah kelas. Sebuah kelas yang hingga kini menyimpan sejuta kenangan bagi gue. Ini adalah tempat kelas 3 IPA 1. tempat dimana waktu kelas 3, gue dan bersama semua anak lainnya sama-sama berjuang dalam melewati semuanya. Gue melihat isi kelas melalui jendela, yang hingga kini masih terlalu tinggi bagi gue tersebut. Gue melihat semuanya, semua benda yang ada di dalamnya. Gue berusaha memastikan apakah benda disana berada di letak yang sama dengan waktu gue dulu.
Entah kenapa mata gue berkaca-kaca. Gue seakan dipaksa mengingat semua hal yang pernah terjadi di keas itu. Ya, semuanya teringatkan kembali..
Gue melihat bangku yang ada paling belakang. Di sanalah gue beserta ketiga anak laki-laki lainnya biasanya berkumpul. Seringkali, saat jam pelajaran kosong, kita semua, berkumpul untuk ngobrol-ngobrol, bercanda dan meledek satu orang, berebut mendengarkan lagu mp3 yang ada di hp, mengusili temen yang lagi tidur, ato sekedar menggoda temen lainnya yang cewek. Lalu di dalam pikiran, gue bertanya, sekarang bangku itu diduduki siapa ya? Cewek ato cowok? Kalopun tetep cowok, bagaimana cowok itu? Gue malah jadi penasaran. Gue malah seperti gak rela, bangku yang pernah gue dudukin itu sekarang menjadi milik orang lain.. Huh… ternyata masa-masa SMA memang yang paling indah..
Gue masih inget, dimana saja gue pernah duduk. Gue melihat satu bangku. Lalu ingatan itu muncul lagi. disanalah gue duduk waktu berkelompok di saat pelajaran biologi. Disanalah, gue yang selalu bertanya sengit dan menyulitkan di saat sesi diskusi, yang membuat hampir seluruh anak dari kelompok lain geram, dan pengen membalas dengan pertanyaan yang lebih sulit di saat giliran kelompok kami yang menerangkan. Haha… gue jadi pengen ketawa mengingat reaksi wajah mereka yang mendapat pertanyaan-pertanyaan mematikan itu. Hahaha… lagi-lagi pengen ketawa.. tapi entah kenapa, hati gue saat ini begitu bersedih akan hal itu.. semua kenangan itu sudah berlalu… tak akan terulang lagi… semuanya bohong, jika aku pernah bilang telah melupakan semuanya… semua dusta, jika aku pernah bilang sudah tak mengingat apapun lagi… huh.. gue pengen mengulang hal itu lagi… benar teman-teman.. I miss you all.. you all..
biarkan kali ini gue aja yang mendapat pertanyaan yang menyakitkan itu.. biarkan gue… asal itu terulang lagi..
Pandangan gue berpindah lagi ke bangku lainnya. Satu bangku lagi. sebuah bangku yang biasanya selalu gue tempati saat harus berkelompok saat pelajaran kimia. Gue masih ingat betul, disanalah gue duduk pada suatu hari dimana semua anggota kelompok gue tak satupun yang masuk, kecuali gue! Satu anak tidak masuk karena sakit di rumah, satu anak lainnya karena sakit kuning di rumah sakit. Dan satunya lagi, entah kemana.. pulang kali..
Gue masih inget pula di hari itu, gue harus mengerjakan soal yang seharusnya ditanggung satu kelompok itu. Gue masih inget betul, gue dulu geram dan sempet marah karena tak satupun dari mereka yang masuk. Tapi sekarang gue justru merasakan yang sebaliknya… gue bersukur banget, gue sempet merasakan semua itu. Mengalami semua momen-momen itu.. semuanya…

Semua ingatan tentang kelas ini masih begitu lekat di pikran gue.
Di kelas inilah gue pernah mengenal guru yang paling gogil yang pernah gue temuin.
Di kelas inilah gue merasakan perjuangan harus belajar ekstra dengan ribuan soal setiap hari untuk menghadapi menghadapi ujian nasional.
Di kelas ini pula gue bisa mempunyai sahabat dan mengerti arti persahabatan itu, yang ternyata masih sulit gue temukan lagi hingga kini.
Dan,,
Di kelas ini juga gue pertama kali mengenal apa itu cinta.
My first love happen here… yes, in this class..

sweet and pain memories….

Huh… semuanya seakan ingin meledak.. semua kenangan masa lalu itu mengisi lagi kepala gue.. mengisi lagi seluruh ruang perasaan gue..

Sekarang, sekali lagi, semua itu hanyalah kenangan…
Seluruh isi kelas yang dulu berjuang bersama gue disini, sekarang udah gak ada lagi…
Entah kenapa, gue ngerasa begitu kehilangan…

Gak kerasa, air mata gue menetes…


Dan semua panggilan membuat gue tersadar lagi,,
“Hei Bud! Tak cari kemana-mana.. ternyata disini… Ayo! Acaranya udah main lagi tuh!.. nggak liat tah?” temen gue memanggil.
Gue mengusap air mata gue.
“iya! Tunggu ya.. ” gue segera berlari ke anak itu. Merangkulnya dan kembali tersenyum..
“eh, kamu gak papa?”
“gak papa kok.. Ayo! Katanya udah mulai..”

gue terus berjalan, setelah melihat kelas gue untuk yang terakhir kalinya…


The Memories is Never Die…



(I wrote this for all my friend and all memories with them all)


Djarum Black
Autoblackthrough

0 Responses to "-kelas itu..-"

Posting Komentar