-Twit-Twat!!-

Author: Budiharja Kusuma // Category:
Sejak semester ini gue sibuk ngerjain TA (Tugas Akhir), gue jadi jarang banget online. Entah itu ke warnet, minjem laptop N modem temen, ataupun make modem punya bokap di rumah (kalau yang terakhir, emang sering karena pulsanya gak ada.) Kalaupun gue online, mungkin itu karena ada tugas yang mengharuskan gue untuk online, ataupun lagi upload file atau lagi posting blog (seperti yang sedang gue lakukan sekarang ini). Gue lebih sering online make hape buat sekedar ngecek info di facebook, di twitter, ataupun web-web lain.
Nah! Karena kebiasaan online melalui hape inilah, gue sekarang lebih suka ama twitter ketimbang facebook. Ternyata, ketika kita mobile beraktifitas dan kita ingin update status setiap saat atau ingin mengetahui infomasi secara cepat, twitter-lah pilihan terbaik di urutan pertama. Tinggal buka, nge-tweet (menulis tweet), send, beres. Di timeline kita juga muncul semua informasi dan istilahnya: ’feed’ dari akun twitter yang kita follow, dimana informasinya mengalir begitu cepat dalam hitungan detik. Dimana hukum di twitter adalah: follow-lah teman kamu, atau orang-orang yang kamu sukai atau yang bermanfaat bagi kamu. Dimana mem-follow tak harus di-follow, ataupun sebaliknya. Tak ada unsur paksaan atau keharusan di twitter. So, informasi yang muncul di timeline = yang kamu follow.



Mungkin bagi sebagian besar orang yang pernah membandingkan antara facebook dan twitter, akan  berkata kalau facebook jauh lebih lengkap dan bagus dibandingkan dengan twitter yang lebih.. simpel. Tapi bagi social network’s user yang udah bener-bener mencoba keduanya, pasti akan berkomentar yang sama: ”orang yang bilang begitu, pasti gak tahu bedanya fungsi twitter dan facebook.” (dan bagi orang yang berkomentar, ”Enggak ah! Make twitter bikin bingung, semuanya serba teks. Di-RT, mention, apa lah, bla-bla-bla.. Mending pake facebook.”, kita semua sepakat: pasti orang ini baru nyoba nge-tweet sekali, langsung gak suka, dan gak mau nerusin belajar make lagi. Atau bahkan ada orang yang masih belum buat twitter dan baru mendapat gambaran twitter seperti apa dari temennya, dia biasanya langung ill feel duluan.) Bahkan pernah ada temen gue yang komen gini, ”Hah, Twity? Twitter?? Apaan tuh? Dari namanya aja udah jelek. Enggak ah! Bagusan juga facebook.”
Dia gak tahu, kalau gue udah ngambil beberapa batu kecil waktu itu. Nunggu dia salah ngomong lagi.

Memang, twitter jauh lebih simpel dibanding facebook. Tapi justru itulah kelebihan terbesarnya dibandingkan facebbok. Twitter itu simpel: menulis teks 140 karakter. That’s all. Selain sebagai social network, dimana kita saling berkomunikasi dengan teman-teman kita, kelebihan utamanya adalah: twitter merupakan media micro blogging. Jadi twitter gak cuma buat bikin status atau saling komen status, tapi lebih dari itu, kita dapat menulis apapun di twitter. Maksud gue secara harfiah: apapun. Entah itu informasi, ilmu pengetahuan, berita, inspirasi, cerita, link web, survey, kuis, quote, dan apapun-hal-lain-yang-bisa-ditulis-lainnya.
Kelebihannya yang simpel dan cepat, membuat twitter jadi pilihan awal untuk saling share informasi. Kita dapat menulis apapun, di manapun, di detik kapanpun. Gue sering terbantu dengan twitter ketika punya ide seketika untuk menulis sesuatu. Karena hanya sepanjang 140 karakter, kita diajak untuk menulis sesuatu yang ringkas, berisi dan tidak memboroskan kata-kata. Twitter merupakan media yang bagus untuk berlatih menulis. So, bagi yang hobi menulis atau penulis, menfaatkan twitter untuk pembentukan pola pikir kreatif dalam menulis dan gunakan batasan 140 karakter untuk membiasakan tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu.

Misalnya, kamu mengalami keadaan atau kejadian kayak gini:

”Ketika kamu berangkat kuliah, kamu terlambat dan ngebut di jalan. Karena saking ngebutnya ketika macet, kaca spion kamu menyenggol kaca spion mobil ketika kamu melewati mobil tersebut dan kamu terkena klakson berkali-kali dari mobil tersebut. Kamu terus jalan ngebut karena takut. Kamu selamat.”

Mungkin keadaan tersebut kalau dikonversi ke dalam bentuk teks, kebanyakan orang akan menulis status:

”Hufh!.. Untung aja tadi ngebut kaca spion mobil itu gak pecah ketabrak spion gue, cuma diklakson berkali-kali sama yang punya. Besok lebih hati-hati deh..”

Tapi, bagi yang hobi nulis dan sedikit kreatif di twitter, dapat menulis seperti ini:

“note to self: jika kaca spion lebih lebar dari setir, jangan terlalu lincah dalam menyalip.”

Atau;

”adegan tos antar kaca spion motor N mobil tidak baik untuk kesehatan. Beda urusan, antara salam gaul dgn nabrak mobil.”

Simple is good. Melalui batasan 140 karakter, mulailah kebiasaan memilih kata-kata yang paling efektif untuk setiap makna yang ingin kamu sampaikan, dan mulailah membiasakan diri menggunakan penyampaian cerita yang lebih kreatif.

Contoh lagi:

”kamu pulang malam-malam nyampe rumah dan dalam keadaan kelaparan. Di dapur kamu membuka panci dan berisi sayur lodeh kemaren yang baru saja dihangatkan. Menu hari ini masih sama dengan kamaren karena sayur lodeh dari kemaren belum habis. Kamu gak mood makan seketika.”

Daripada menulis secara harfiah seperti ini:

“kelaparan malam-malam. Buka panci di dapur dan melihat masih ada sisa sayur lodeh dari kemaren. Langsung tidur aja ah!..”

Mungkin bisa mencoba:

“kelaparan//buka panci// melihat sayur lodeh sisa kemaren// ’ini niat bikin sayur apa tape ya, sampai 2 hari?’”

Atau gini:

“sepertinya nyokap hobi masak memakai pengawet. Sayur lodeh ini tahan 2 hari di dapur. Mungkin rencananya, buat seminggu.”

Atau:

“Mitos: sayur lodeh makin lama makin enak. Fakta: sayur lodeh yang udah berusia 2 hari, makin mirip gudeg. Tapi mungkin rasa tape.”


Atau misal, keadaan lagi:

”Dosen kamu jelasin tentang teknologi handphone tercanggih yang ngetrend akhir-akhir ini. Beliau jelasin perbandingan antara hape iphone dan Blackberry. Topik mata kuliah hari ini adalah tentang teknologi Smart phone.”

Kamu dapat menulis:

”Dijelasin Dosen. Baru sadar, ternyata Smart phone dengan hape Smart itu beda!”

Be Creative! Teruslah berlatih menciptakan kata-kata dan penyampaian cerita yang seru!


Dalam melakukan aktifitas twitter sendiri, usahakan tidak menghina pihak lain, nyampah dengan kasar, atau sebisa mungkin hindari kata-kata absurd yang sulit dimengerti maknanya ketika dibaca orang lain. Meskipun di twitter itu kita bebas menulis, tapi apa yang kita tulis akan terbaca oleh follower kita ataupun pihak lain. So, jadi kalau kita menghormati orang lain dan follower kita, akan lebih baik kalau kita memperbaiki penulisan kata-kata tweet kita.
Sering banget gue lihat anak yang nyampah dengan kasar N penuh berisi dengan keluhan-keluhan dan kalau dibaca tweet-tweet-nya, bakal bikin illfeel N pengen nge-unfollow orang kayak gitu. Sekali lagi, jadilah kreatif. Sebisa mungkin buatlah tweet sampah kalian tersebut masih enak buat dibaca, ngasih pelajaran kehidupan ke pengguna twitter yang lain, atau ubahlah ke dalam bentuk tulisan lain yang lebih bagus.


Other side, TA gue sekarang udah kelar N waktu gue agak bebas sekarang. Semoga gue bisa kembali banyak belajar nulis lagi di blog ini..

Tunggu post gue selanjutnya! Keep read! ;D

3 Responses to "-Twit-Twat!!-"

AkaneD'SiLa Says :
1 Agustus 2011 20.31

yah yang aku gak suka dari twitter tu TL yang isinya nyampah semua.. hft..

aku suka twitter emang banyak inpo yang cepat beredar disana.. kayak baca koran lah.. :)

-boot_d- Says :
1 Agustus 2011 21.14

@akane: hhehe.. kita memang harus selektif dalam ber-twitter ria.. :D happy tweeting..

Posting Komentar